Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Yuki Tsunoda Akui Start Terburuk di F1 GP Singapura 2025, Hanya Bisa Finis P12

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:23 WIB
Yuki Tsunoda gagal meraih poin di F1 GP Singapura.
Yuki Tsunoda gagal meraih poin di F1 GP Singapura.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap asal Jepang, Yuki Tsunoda, mengakhiri F1 Grand Prix Singapura 2025 dengan rasa kecewa mendalam setelah gagal meraih poin di sirkuit Marina Bay.

Meski sempat menunjukkan potensi kecepatan yang kuat sepanjang balapan, start buruk di awal lomba menjadi titik balik yang merusak peluangnya.

Tsunoda, yang memulai balapan dari posisi ke-13 setelah dua mobil Williams didiskualifikasi, sebenarnya melesat cukup baik saat lampu start padam.

Namun, dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi kekacauan.

Ia terjebak di antara Liam Lawson dan Nico Hulkenberg, yang kembali ke lintasan setelah keluar jalur.

Dengan ruang yang sempit, Tsunoda harus mengerem lebih awal dan kehilangan momentum berharga.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh beberapa pembalap lain, termasuk Franco Colapinto, Gabriel Bortoleto, dan Lance Stroll, yang menyalipnya satu per satu.

Akibatnya, Tsunoda terlempar ke posisi ke-17.

Strategi ban lunak yang diharapkan memberinya keuntungan di awal justru menjadi beban, memaksanya masuk pit lebih cepat untuk mengganti ban.

Meski akhirnya berhasil finis di urutan ke-12, Tsunoda mengaku kecewa berat.

“Mungkin ini start terburuk dalam hidup saya,” ujarnya, dikutip F1.

“Saya tak punya ruang untuk bergerak, semua jalur tertutup. Sangat disayangkan, karena setelah itu kecepatan mobil sangat bagus. Tapi semuanya sudah terlambat,” ungkapnya.

Performa Tsunoda di awal musim bersama Red Bull sempat menunjukkan peningkatan signifikan.

Namun di Singapura, ia mengakui masih kesulitan menemukan keseimbangan antara kecepatan satu lap (qualifying pace) dan konsistensi balapan panjang.

“Saya harus mencari tahu kenapa kecepatan satu lap menurun. Mungkin ada masalah dengan persiapan ban atau feeling grip yang kurang. Saat balapan, mobil sebenarnya luar biasa stabil. Sekarang kebalikannya dari sebelum Baku,” jelasnya.

Bos tim Red Bull, Laurent Mekies, juga menyoroti performa pembalapnya.

“Sabtu kemarin memang buruk bagi Yuki. Tapi setelah start yang sulit, ia menunjukkan daya juang yang baik dan membawa mobil dari posisi 18 ke 12. Kami akan bekerja sama untuk memperbaikinya,” ungkap Mekies.

Tsunoda kini telah mengoleksi lima finis di posisi sepuluh besar sejak bergabung dengan Red Bull, dengan hasil terbaiknya adalah posisi keenam di Baku.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #singapura #Yuki Tsunoda #f1