Timnas Indonesia resmi tergabung di Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, bersama dua raksasa Timur Tengah: Arab Saudi dan Irak.
Di atas kertas, keduanya bukan lawan asing bagi skuad Garuda. Namun, ada satu fakta penting yang tak boleh terulang di babak ini — pemain Indonesia selalu mendapat kartu merah dalam pertemuan sebelumnya!
Catatan Buruk vs Irak dan Arab Saudi
Irak menjadi lawan yang sangat menyulitkan Indonesia di putaran kedua. Dalam dua pertemuan, Irak menang telak 5-1 di Basra dan 2-0 di Jakarta, memperlihatkan dominasi penuh atas Garuda.
Sementara itu, Arab Saudi sempat menjadi lawan tangguh di putaran ketiga. Namun kala itu, Indonesia tampil heroik — menahan imbang 1-1 di Jeddah dan menang 2-0 di Jakarta. Hasil ini sempat menjadi momen bersejarah bagi sepak bola nasional.
Fakta Unik: Dua Laga, Dua Kartu Merah
Meski pernah mencatat kemenangan membanggakan, Indonesia ternyata punya catatan disiplin yang mencemaskan. Dalam dua pertemuan terakhir dengan Irak dan Arab Saudi, pemain Garuda selalu diusir dari lapangan.
Pada laga kontra Irak di Jakarta, 6 Juni 2024, bek Jordi Amat menerima kartu merah langsung usai melanggar pemain lawan yang berpeluang mencetak gol.
Kemudian, ketika menjamu Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 19 November 2024, giliran Justin Hubner yang harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua.
Dua insiden itu menjadi pelajaran penting bagi tim nasional agar lebih tenang dan disiplin menghadapi tekanan di laga besar.
Hanya Dua Laga, Tak Ada Ruang untuk Kesalahan
Berbeda dari babak sebelumnya, putaran keempat hanya menyisakan dua pertandingan, sehingga setiap kesalahan bisa berdampak fatal. Patrick Kluivert dan jajaran pelatih tentu harus memastikan para pemain menjaga emosi dan konsentrasi penuh sepanjang laga.
Jika Garuda ingin menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026, kedewasaan dan disiplin taktis menjadi kunci utama. Dengan lawan sekelas Arab Saudi dan Irak, satu kartu merah saja bisa mengubah segalanya.
Kini, semua mata tertuju pada Timnas Indonesia — apakah mereka mampu menebus kesalahan masa lalu dan mencatat sejarah baru di panggung kualifikasi dunia? (*)
Editor : Niklaas Andries