Legenda Liverpool, Jamie Carragher, kembali menyoroti performa buruk tim asuhan Arne Slot yang baru saja menelan tiga kekalahan beruntun dalam sepekan. Menurutnya, permainan The Reds musim ini terlalu terbuka dan tak terkendali, layaknya “tim basket”.
Kekalahan terbaru datang saat Chelsea menang 2–1 di Stamford Bridge, Sabtu lalu, lewat gol dramatis di menit-menit akhir. Hasil itu membuat tekanan terhadap Slot semakin besar jelang jeda internasional.
Carragher mengaku sudah memperingatkan tanda-tanda kelemahan Liverpool sejak awal musim, bahkan ketika mereka menang pada laga pembuka melawan Bournemouth. Saat itu, ia menanyakan langsung kepada Slot mengapa timnya tampil terlalu “terbuka” dan mudah diserang.
Setelah kekalahan dari Galatasaray di ajang Eropa, Carragher menegaskan pandangannya:
“Liverpool sekarang tidak bermain sepak bola, mereka bermain basket. Permainan mereka hanya bolak-balik tanpa arah, dan tim papan atas seharusnya tidak bermain seperti itu.”
Dalam acara Super Sunday Extra Time, Carragher kembali menegaskan kritiknya:
“Kritik saya soal Liverpool yang bermain seperti tim basket kini terbukti benar. Permainan terbuka seperti ini malah jadi bumerang. Dengan kondisi skuad Chelsea yang terbatas, Liverpool seharusnya bisa menguasai pertandingan, bukan malah kalah.”
Pertahanan Rapuh dan Gol Mudah
Baca Juga: BLT Dana Desa Rp300 Ribu Cair Oktober untuk Warga Desa, Cek Jadwal dan Syarat Pencairan
Chelsea sebenarnya tampil dengan skuad darurat di lini belakang, kehilangan Benoît Badiashile dan Josh Acheampong karena cedera di babak kedua. Namun Liverpool justru gagal memanfaatkan kelemahan itu dan terlalu mudah ditembus.
Carragher menganalisis gol kemenangan Chelsea yang dicetak Estevão dengan tajam:
“Ketika bola dialihkan ke sisi lain, winger kiri Liverpool malah berada di belakang bek sayap. Andy Robertson pemain berpengalaman, tapi di situasi itu dia kurang siap. Terlalu mudah bagi lawan untuk menyerang Liverpool. Dengan kondisi Chelsea seperti itu, seharusnya Liverpool bisa menang setelah menyamakan skor 1–1.”
Masalah Struktural dan Ujian untuk Arne Slot
Carragher mengingatkan bahwa kekalahan beruntun ini bukan kejutan, karena masalah struktural Liverpool sudah terlihat sejak awal musim. Setelah kekalahan dari Crystal Palace dan Galatasaray, ia menilai tim kehilangan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
“Saya sudah bilang sejak awal musim, Liverpool berubah. Jika musim lalu mereka tampil disiplin dan efisien, sekarang mereka mencoba menambah kilau lewat pemain baru. Tapi justru kehilangan kekuatan di belakang tanpa peningkatan berarti di depan,” jelas Carragher.
Menurutnya, inilah saat di mana Arne Slot benar-benar diuji sebagai manajer:
“Musim lalu ia menjalani musim yang nyaris sempurna dan menjuarai Premier League. Tapi kini, ia harus benar-benar membuktikan kemampuannya karena ada banyak masalah yang harus diselesaikan.”
Sayangnya, hingga kekalahan di Stamford Bridge, Slot belum mampu memperbaiki kelemahan tim. Liverpool pun harus merelakan posisi puncak klasemen kepada Arsenal, dengan catatan tiga kekalahan beruntun — pertama kalinya sejak Slot mengambil alih kursi pelatih di Anfield.
“Masalah Ini Sudah Terlihat Sejak Awal”
Meski Liverpool sempat melaju dengan tujuh kemenangan beruntun di awal musim, Carragher menilai performa buruk saat ini adalah konsekuensi dari peringatan yang diabaikan.
“Masalahnya bukan pada kekalahan, tapi pada performa. Dari hari pertama sudah terlihat. Liverpool kalah dominan dari Newcastle di babak kedua padahal lawan bermain dengan 10 orang — hal itu tidak boleh terjadi. Crystal Palace menciptakan tujuh peluang emas, terbanyak musim ini, dan itu melawan juara bertahan. Jadi ini bukan kejutan — Slot harus segera bertindak.”
Pujian untuk Chelsea dan Enzo Maresca
Meski keras mengkritik Liverpool, Carragher tetap memberikan pujian untuk Chelsea dan pelatih Enzo Maresca, yang dinilainya meraih kemenangan krusial bagi tim dan suporter.
“Bagi Chelsea, ini kemenangan luar biasa — mungkin yang terbesar di era Maresca, terutama di Stamford Bridge. Saya suka reaksi dan selebrasinya di pinggir lapangan. Itu kemenangan yang bisa menyatukan tim dan fans kembali,” ujarnya.
Carragher menilai kemenangan atas Liverpool bisa menjadi momentum penting bagi Chelsea.
“Saya sudah bilang sejak musim lalu, Maresca pelatih yang cerdas dan selalu punya rencana menghadapi Liverpool. Kadang koneksinya dengan fans menurun, tapi kemenangan seperti ini bisa mempererat kembali hubungan itu. Ini kemenangan yang berarti besar bagi klub.” (*)
Editor : Niklaas Andries