Setelah absen lama akibat cedera, Ethan Mbappe kembali mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Gelandang muda berusia 18 tahun itu mencetak dua gol sebagai pemain pengganti — termasuk gol penyeimbang melawan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), tempat ia memulai karier profesionalnya.
Menjadi adik dari Kylian Mbappe, salah satu pemain terbaik dunia, jelas bukan hal mudah. Namun Ethan memilih jalannya sendiri untuk membuktikan bahwa ia bukan sekadar “adik dari”. Di usia yang masih muda, ia bertekad membangun reputasi dan identitasnya sendiri di atas lapangan.
Menariknya, kedua bersaudara ini sempat berada di tim yang sama di PSG. Namun ketika Kylian memilih meninggalkan klub ibu kota Prancis untuk bergabung dengan Real Madrid, PSG juga tidak memperpanjang kontrak Ethan.
Kini, Ethan mencoba mengukir kisah baru bersama Lille OSC. Meski masih di awal perjalanan, mentalitas dan kedewasaannya sejak di akademi PSG sudah banyak menuai pujian. Ia dikenal tenang, cerdas, dan mampu menghadapi tekanan besar akibat nama besar yang disandangnya.
Profil dan Gaya Bermain Ethan Mbappe
Menurut Laurent Glaize, mantan kepala perekrutan pemain muda Caen yang mengenal keluarga Mbappe dengan baik, Ethan memiliki kepribadian yang kuat dan mentalitas yang matang sejak dini.
“Ethan adalah sosok yang tenang dan berkarakter. Ia mampu menghadapi tekanan dengan luar biasa dan tidak terbawa oleh popularitas namanya. Meski banyak orang mengenalnya karena kakaknya, ia tetap rendah hati dan fokus pada pengembangan dirinya,” ujar Glaize.
Secara teknis, Ethan dikenal memiliki kecerdasan taktik, kontrol bola yang stabil, dan kemampuan distribusi umpan yang tajam.
Kombinasi ini membuat pelatih PSG saat itu, Luis Enrique, memberinya debut di Ligue 1 pada usia 16 tahun dalam kemenangan 3–1 atas Metz — laga yang juga dihiasi dua gol dari sang kakak, Kylian.
Luis Enrique bahkan sempat melontarkan pujian:
“Ethan pemain yang sangat menarik. Ia bisa bermain di banyak posisi dan memiliki potensi besar. Tapi mempertahankan nama besar Mbappé bukan hal mudah.”
Keputusan Kylian yang Mengubah Jalan Karier Ethan
Ethan Mbappe sempat diharapkan menjadi bagian masa depan PSG. Namun, setelah hanya tampil dalam lima pertandingan, kontraknya tidak diperpanjang — keputusan yang sempat memunculkan spekulasi di media.
Keputusan itu mungkin berkaitan dengan langkah Kylian yang memilih hengkang ke Real Madrid. Bahkan, sang kakak sempat menawarkan untuk tetap bertahan di PSG demi adiknya.
“Ethan tidak pernah meminta apa pun. PSG adalah Real Madrid-nya — impian masa kecilnya. Saya bahkan berkata, ‘Kalau kamu mau, aku akan memperpanjang kontrak agar kamu bisa tetap di sini.’ Saya rela menunda impian ke Madrid demi dia,” ungkap Kylian Mbappe.
Namun Ethan memilih jalannya sendiri.
“Dia berkata, ‘Aku tidak ingin bertahan di sini. Apa yang mereka lakukan pada kita tidaklah wajar.’ Jika dia memintaku tetap di PSG, aku akan melakukannya,” lanjut Kylian.
Babak Baru: Ethan Mbappe di Lille
Musim perdana Ethan bersama Lille sempat diwarnai cedera yang membuatnya absen lama, termasuk pada laga Liga Champions melawan Real Madrid — kesempatan yang seharusnya mempertemukannya dengan sang kakak.
Melalui media sosialnya, Ethan menulis,
“Impian untuk menghadapi kakakku di Liga Champions masih jauh, tapi belum hilang.”
Kini, setelah pulih total, Ethan mulai menunjukkan kualitasnya. Awal Oktober 2025, ia mencetak gol pertamanya untuk Lille dalam kemenangan 2–1 atas Toulouse.
Tak berhenti di situ, akhir pekan lalu ia kembali mencetak gol penyeimbang ke gawang PSG — disaksikan langsung oleh Kylian dan ayah mereka dari tribun.
Ethan Mbappe Mulai Keluar dari Bayang-Bayang
Dengan ketenangan, kecerdasan bermain, dan karakter profesional yang matang untuk usianya, Ethan Mbappe kini perlahan menapaki jalannya sendiri. Nama besar Mbappe yang dulu menjadi tekanan kini justru menjadi motivasi.
Jika ia terus berkembang seperti saat ini, bukan tidak mungkin Ethan akan menciptakan babak baru dalam kisah keluarga Mbappe — bukan sebagai bayangan, tetapi sebagai bintang muda dengan cahaya sendiri. (*)
Editor : Niklaas Andries