RADARBANYUWANGI.ID - Akhir pekan F1 Grand Prix Singapura 2025 menjadi ujian berat bagi tim Ferrari.
Pembalap utama mereka, Charles Leclerc, secara terbuka mengakui bahwa timnya tengah menghadapi kesulitan besar dalam mengembangkan mobil yang kompetitif.
Di sirkuit Marina Bay yang penuh tantangan, Leclerc hanya mampu finis di posisi keenam, jauh tertinggal 46 detik dari pemenang lomba, George Russell.
Leclerc: Kami Tidak Cukup Kuat
Leclerc menegaskan bahwa Ferrari saat ini sedang berada dalam masa sulit.
Ia bahkan mengaku tidak memiliki keyakinan bahwa performa tim akan membaik dalam waktu dekat.
“Kami tidak kuat saat ini dan benar-benar kesulitan dengan mobil. Tidak mudah. Saya berharap bisa mengatakan saya optimistis untuk sisa musim ini, tapi tidak ada hal di mobil yang membuat saya yakin kami akan melangkah maju,” ujar Leclerc, dikutip F1.
Pembalap asal Monako itu menilai bahwa Red Bull dan Mercedes telah menemukan cara untuk meningkatkan performa mereka secara signifikan, sementara Ferrari masih tertinggal tanpa adanya komponen baru atau pembaruan besar pada mobil.
Persaingan Ketat, Ferrari Stagnan
Leclerc juga mengungkapkan bahwa pada awal musim Ferrari sempat membuat beberapa kemajuan.
Namun, kemajuan tersebut tidak cukup karena tim lain juga berkembang dengan cepat.
“Kami sempat membuat langkah maju di awal musim, tapi tim lain juga berkembang, jadi jaraknya tetap sama. Red Bull bahkan berhasil menemukan dua langkah besar musim ini, dan kini Mercedes juga tampak melakukan hal serupa,” katanya.
Kondisi ini menempatkan Ferrari dalam posisi sulit di klasemen konstruktor, tertinggal dari rival-rival utamanya yang terus berinovasi.
Baca Juga: Strategi Cerdas Aston Martin Antar Fernando Alonso Finis Ketujuh di F1 GP Singapura
Hamilton Alami Nasib Lebih Buruk
Rekan setim Leclerc, Lewis Hamilton, juga mengalami akhir pekan yang mengecewakan.
Setelah melakukan pit stop kedua untuk mengganti ban ke kompon lunak, Hamilton sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan dan berhasil menyalip Leclerc.
Namun, masalah pada sistem rem di beberapa lap terakhir memaksanya memperlambat laju.
Lebih buruk lagi, Hamilton dijatuhi penalti pasca balapan karena beberapa kali keluar lintasan, membuatnya turun ke posisi kedelapan.
Hamilton mengekspresikan kekecewaannya terhadap situasi tim.
“Saya merasa sedih untuk semua orang di tim, dari kru garasi hingga insinyur, mereka sudah bekerja keras setiap akhir pekan. Namun, mobil kami belum berada di level yang sama dengan para pesaing,” ujarnya.
Ferrari Butuh Terobosan
Dengan sisa musim yang kian menipis, Ferrari menghadapi tekanan besar untuk menemukan solusi teknis yang mampu mengembalikan daya saing mereka.
Tanpa pembaruan signifikan, harapan untuk meraih podium tampaknya akan semakin menipis.
Leclerc menutup komentarnya dengan nada realistis,
“Inilah kenyataan situasi kami sekarang. Saya belum tahu bagaimana cara membalikkan keadaan ini tanpa adanya komponen baru untuk mobil,” pungkasnya.
Krisis performa ini menandai tantangan berat bagi Ferrari, tim dengan sejarah panjang di Formula 1, yang kini tengah berjuang untuk kembali ke puncak setelah beberapa musim penuh inkonsistensi.
Editor : Lugas Rumpakaadi