RADARBANYUWANGI.ID - Kimi Antonelli menutup F1 Grand Prix Singapura 2025 dengan perasaan campur aduk.
Meskipun berhasil finis di posisi kelima, pembalap muda Mercedes itu merasa seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik di Marina Bay Street Circuit.
Rekan setimnya, George Russell, tampil gemilang dengan merebut kemenangan dan menjaga Red Bull milik Max Verstappen tetap di belakang sepanjang balapan.
Sementara Antonelli, yang sebelumnya sempat naik podium di Kanada, kali ini harus puas melihat rekan setimnya berjaya di depan.
Kualifikasi dan Start Jadi Titik Lemah
Antonelli menilai akhir pekannya di Singapura mulai bergeser arah sejak sesi kualifikasi.
Ia mengakui performanya di Q3 belum maksimal, sehingga gagal menandingi Russell yang berhasil meraih pole position.
“Sayangnya, saya tidak melakukan pekerjaan terbaik di Q3. Kami punya kecepatan yang bagus, tapi detail kecil menentukan hasil,” ujarnya setelah balapan, dikutip F1.
Masalah lain muncul saat start.
Antonelli yang memulai dari sisi kiri lintasan kehilangan posisi karena kondisi trek yang lebih kotor dibanding sisi kanan.
Ia disalip oleh Lando Norris dan Charles Leclerc pada tikungan pertama.
“Start-nya sulit. Sisi kiri lintasan lebih kotor, membuat saya kehilangan beberapa posisi dan itu cukup menentukan jalannya balapan,” tambahnya.
Pertarungan Sengit dengan Leclerc
Meski sempat terjebak di belakang Ferrari milik Leclerc selama beberapa lap, Antonelli menunjukkan ketenangan dan konsistensi.
Setelah mengganti ban ke kompon keras, ia berhasil melakukan salah satu dari sedikit manuver menyalip yang berhasil di Marina Bay, sebuah sirkuit yang dikenal sulit untuk overtaking.
Akhirnya, ia menyentuh garis finis di posisi kelima dan menambah hasil positif setelah finis keempat di Azerbaijan.
Setelah periode sulit di lintasan Eropa, Antonelli tampak menemukan kembali ritme terbaiknya di seri-seri luar benua.
Mercedes Semakin Tangguh di Kondisi Panas
Balapan di Singapura terkenal melelahkan dengan suhu tinggi dan kelembapan mencapai 80 persen.
Namun, mobil Mercedes W16 menunjukkan performa solid di bawah tekanan cuaca tropis.
Biasanya, mobil Mercedes lebih unggul saat cuaca dingin, tetapi kali ini performanya tetap stabil di panas ekstrem.
“Mobil terasa semakin kuat dari waktu ke waktu,” kata Antonelli.
“Saya bisa menempatkannya di mana pun saya mau, dan itu memberi rasa percaya diri besar. Kami terus berkembang dan saya menantikan balapan berikutnya,” pungkasnya.
Antonelli juga memberikan selamat kepada Russell atas kemenangan gemilangnya, serta kepada tim McLaren yang memastikan gelar Konstruktor.
Ia menegaskan bahwa kerja keras tim Mercedes, terutama departemen mesin, patut diapresiasi atas capaian luar biasa musim ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi