Manchester United kembali jadi sorotan di bursa transfer Januari 2026. Pelatih anyar Ruben Amorim dikabarkan mendesak manajemen klub untuk segera mendatangkan Federico Dimarco, bek sayap andalan Inter Milan, yang kini disebut-sebut sebagai salah satu wing-back terbaik dunia.
Statistik Mengkilap Dimarco di Inter
Dimarco, 28 tahun, mengawali musim 2025-2026 dengan performa menawan. Dari empat laga Serie A, ia sudah mencatat satu gol dan satu assist, serta tampil solid selama 80 menit pada laga perdana Liga Champions kontra Ajax.
Sejak berseragam Inter, pemain timnas Italia itu telah menorehkan 195 penampilan, 19 gol, dan 35 assist. Catatan tersebut semakin menguatkan reputasinya sebagai bek kiri modern dengan kontribusi ofensif yang tajam.
Kontrak Panjang, Tapi Masa Depan Belum Pasti
Meski masih terikat kontrak hingga Juni 2027, Inter belum menyiapkan proposal perpanjangan kontrak baru. Situasi ini membuka peluang bagi Manchester United untuk merekrutnya dengan harga yang dianggap “masuk akal” pada bursa transfer mendatang.
Manchester United memang sudah lama bermasalah di sektor bek sayap kiri. Patrick Dorgu belum tampil meyakinkan, sementara di sisi kanan, Diogo Dalot dan Amad Diallo dinilai kurang sesuai dengan skema 3-4-3 milik Amorim.
Harga Dimarco: Rp877 Miliar
nilai pasar Dimarco diperkirakan mencapai €50 juta atau sekitar Rp877 miliar (setara £44 juta atau Rp876 miliar). Angka besar untuk ukuran bursa Januari, tetapi sepadan dengan kualitas yang ditawarkan sang pemain.
Amorim menilai Dimarco bisa langsung jadi solusi nyata. Dengan kemampuannya memberikan gol maupun assist secara konsisten, ia diyakini mampu mengubah dinamika permainan United dan membawa stabilitas di sisi sayap.
Investasi Besar, Dampak Besar?
Jika transfer ini terealisasi, Dimarco bisa menjadi salah satu pembelian paling penting bagi Setan Merah dalam beberapa tahun terakhir. Selain memperkuat lini pertahanan, kehadirannya akan memberikan variasi serangan dan meningkatkan daya saing Manchester United baik di Premier League maupun kompetisi Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries