RADARBANYUWANGI.ID - Fernando Alonso menunjukkan performa luar biasa pada ajang F1 Grand Prix Singapura 2025.
Pembalap veteran asal Spanyol tersebut berhasil finis di posisi ketujuh, memberikan hasil positif bagi tim Aston Martin.
Balapan malam di Marina Bay Street Circuit itu kembali membuktikan ketangguhan Alonso dalam memanfaatkan setiap peluang di lintasan yang terkenal sulit untuk menyalip.
Start dari Posisi 10, Alonso Naik ke Papan Tengah
Alonso memulai balapan dari posisi kesepuluh.
Berkat strategi penggunaan ban lunak (soft tyre) dari Pirelli, ia mampu menyalip dua pembalap di awal lomba dan menjaga jarak aman dari Isack Hadjar di belakangnya.
Ketika sebagian besar pembalap memilih strategi satu kali pit stop, Alonso tetap tampil konsisten dengan ritme balapan yang stabil.
Meski sempat kehilangan posisi akibat pit stop yang lambat, Alonso tak menyerah.
Ia berhasil menyalip kembali dan membuka jarak yang nyaman dengan pembalap di belakangnya.
Menjelang akhir lomba, Alonso bahkan mendekati Lewis Hamilton yang mengalami masalah pada sistem rem.
Strategi Ban Cerdas Jadi Kunci
Salah satu faktor utama keberhasilan Alonso adalah keputusan tim untuk memasang ban medium pada stint kedua, sementara sebagian besar pembalap lain menggunakan ban keras (hard tyre).
Keputusan ini terbukti jitu, ban medium memberinya keunggulan cengkeraman yang lebih baik, memungkinkannya melakukan beberapa manuver penting untuk naik posisi.
Alonso menyebut balapan kali ini sebagai salah satu yang terbaik musim ini.
“Mobil terasa cepat sejak awal. Kami membuka jarak cukup besar dengan ban lunak dan ternyata bisa bertahan lebih lama dari yang diperkirakan. Meskipun pit stop agak lambat, mobil tetap kompetitif hingga akhir,” ungkapnya, dikutip F1.
Konsistensi Alonso Terus Berlanjut
Dengan hasil ini, Alonso mencatatkan tujuh kali finis dalam posisi poin dari sepuluh balapan terakhir, dan kini naik ke posisi kesebelas dalam klasemen pembalap.
Catatan ini memperlihatkan bahwa meski usianya tak muda lagi, Alonso tetap menjadi salah satu pembalap paling konsisten di grid Formula 1 musim 2025.
Sementara itu, rekan setimnya Lance Stroll hanya mampu finis di posisi ke-13 setelah kesulitan menyalip di trek sempit Marina Bay.
Stroll mengakui bahwa strategi tim sudah optimal, tetapi keberuntungan tidak berpihak kali ini karena Safety Car yang diharapkan tidak pernah muncul.
“Kami sudah berusaha sebaik mungkin. Strateginya cukup berani, tapi tanpa Safety Car, posisi 13 adalah hasil terbaik yang bisa diraih,” ujar Stroll.
Editor : Lugas Rumpakaadi