Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mobil Red Bull Susah Dikendalikan, Max Verstappen Hanya Bisa Finis P2 di F1 GP Singapura

Lugas Rumpakaadi • Senin, 6 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Max Verstappen akui alami kesulitan besar di F1 GP Singapura.
Max Verstappen akui alami kesulitan besar di F1 GP Singapura.

RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, menutup akhir pekan F1 Grand Prix Singapura 2025 dengan hasil yang solid namun penuh tantangan.

Meskipun berhasil finis di posisi kedua, sang juara dunia empat kali ini mengaku mengalami banyak kesulitan selama balapan di sirkuit jalan raya Marina Bay.

Red Bull datang ke Singapura dengan harapan besar untuk menguji peningkatan performa mobil RB21 mereka, terutama setelah dua kemenangan beruntun Verstappen di Monza dan Baku, dua lintasan dengan karakteristik kecepatan tinggi.

Namun, kondisi berbeda di lintasan ber-downforce tinggi Marina Bay tampaknya memunculkan kembali sejumlah masalah teknis.

Dalam sesi kualifikasi, Verstappen tampil kompetitif dengan menempati posisi kedua.

Namun saat balapan berlangsung, ia mengaku kesulitan mengendalikan mobilnya.

“Balapan kali ini lebih sulit dari yang saya harapkan,” ujar Verstappen, dikutip F1.

“Saya mengalami banyak masalah pada perpindahan gigi, baik saat naik maupun turun. Mobil terasa mendorong ke depan saat pengereman, sesuatu yang sangat tidak ideal di sirkuit jalan raya seperti ini,” ungkapnya.

Pada satu momen, Verstappen bahkan sempat hampir menabrak dinding pembatas di tikungan ke-14 akibat terkunci rem.

Ia menyebut mobilnya nyaris tak bisa dikendarai dalam kondisi tersebut.

Meski demikian, pebalap asal Belanda itu tetap berhasil mempertahankan posisinya di antara George Russell (Mercedes) dan Lando Norris (McLaren).

Verstappen menjelaskan bahwa beberapa keputusan setelan mobil sepanjang akhir pekan menjadi faktor yang perlu dievaluasi.

“Kami tidak sempat melakukan simulasi jarak panjang saat latihan, jadi itu sedikit menyulitkan. Tapi kami tahu di mana letak kekurangannya, jadi sekarang tinggal menganalisis dan memperbaikinya,” tambahnya.

Terlepas dari tantangan teknis yang dihadapi, Verstappen menilai hasil finis kedua sudah merupakan pencapaian maksimal di sirkuit sempit Marina Bay.

“Bahkan jika keseimbangan mobil sempurna, saya rasa posisi kedua tetap hasil terbaik. Menyalip di sini hampir mustahil. Lando berada di belakang saya lebih dari satu jam dan jelas lebih cepat, tapi dia tidak bisa menyalip,” ungkapnya.

Red Bull sempat mengambil risiko dengan strategi ban lunak di awal balapan.

Keputusan itu diambil karena posisi grid di sisi kiri lintasan dianggap lebih kotor.

“Kami tahu itu berisiko, tapi kami harus mencobanya. Stint pertama hanya soal bertahan selama mungkin,” jelas Verstappen.

Dengan hasil ini, Verstappen semakin mendekati puncak klasemen Kejuaraan Dunia Pebalap F1.

Ia kini terpaut 41 poin dari Lando Norris dan 63 poin dari pemimpin klasemen, Oscar Piastri.

Meski demikian, Verstappen tetap bersikap realistis.

“Kami memang lebih kompetitif, tapi Singapura bukan trek favorit kami. Saya rasa beberapa trek berikutnya bisa lebih menguntungkan bagi kami. Kami akan melihatnya dari balapan ke balapan,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#max verstappen #formula 1 #singapura #red bull #f1