RADARBANYUWANGI.ID - Max Verstappen mengungkapkan rasa kecewanya setelah hanya mampu finis kedua tercepat pada sesi kualifikasi Grand Prix (GP) Singapura 2025, Sabtu malam waktu setempat.
Pembalap Red Bull tersebut merasa kehilangan kesempatan meraih posisi pole akibat terhambat traffic di lap terakhirnya di Marina Bay Street Circuit.
Pada sesi Q3, Verstappen tengah berupaya mengalahkan catatan waktu luar biasa milik rivalnya dari Mercedes, George Russell.
Namun, upaya tersebut terganggu ketika ia mendekati mobil McLaren yang dikendarai Lando Norris di sektor akhir lintasan.
Verstappen akhirnya menutup sesi dengan catatan waktu 0,182 detik lebih lambat dari Russell, yang merebut pole position.
Hasil ini membuat Verstappen harus puas start dari posisi kedua, meski Red Bull selama beberapa musim terakhir kerap kesulitan di lintasan jalan raya Marina Bay.
Kehilangan Downforce di Lap Penting
Dalam wawancara usai kualifikasi, Verstappen mengungkapkan rasa frustrasinya.
Ia bahkan sempat terdengar melontarkan kata-kata kasar melalui radio tim.
“Itu yang terjadi ketika ada mobil melaju dua detik di depan,” ujarnya, dikutip F1.
“Semua pembalap selalu berusaha mencari udara bersih, dan kami semua sudah melakukannya. Tapi beberapa pembalap mungkin membatalkan lap mereka. Saat saya tiba di Tikungan 16, ada mobil dua atau tiga detik di depan saya. Itu terlalu dekat, dan akibatnya saya kehilangan downforce. Hal sederhana, tapi sangat menentukan,” terangnya.
Menurut Verstappen, situasi tersebut membuatnya kehilangan peluang emas untuk meraih pole position.
“Itu jelas membuat saya kehilangan kesempatan. Akan sangat ketat, tapi potensi mobil kami sebenarnya ada,” tambahnya.
Red Bull Tunjukkan Peningkatan di Trek High Downforce
Meski gagal meraih hasil maksimal, Verstappen mengaku puas dengan performa mobil Red Bull di lintasan dengan konfigurasi high downforce seperti Singapura.
“Secara keseluruhan, ini hasil yang sangat baik. Mobil terasa solid sepanjang akhir pekan, sama seperti dua balapan sebelumnya di Monza dan Baku,” ujarnya.
Red Bull diketahui membawa serangkaian pembaruan pada mobil mereka sejak dua seri sebelumnya.
Peningkatan itu tampak mulai memberikan hasil positif meski di lintasan yang menuntut karakteristik aerodinamika berbeda.
“Untuk bisa sekompetitif ini di kualifikasi pada sirkuit seperti Marina Bay sangat menjanjikan bagi kami,” lanjut Verstappen.
Fokus ke Balapan Hari Minggu
Dengan start dari posisi kedua, Verstappen tetap optimistis menghadapi balapan utama pada Minggu malam.
Ia akan berusaha memangkas defisit 69 poin di klasemen kejuaraan dunia, sementara dua pembalap McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, akan memulai dari posisi ketiga dan kelima.
Persaingan diprediksi berlangsung sengit, mengingat kombinasi lintasan sempit dan perubahan strategi pitstop kerap memunculkan kejutan di GP Singapura.
Bagi Verstappen, peluang untuk menantang Russell tetap terbuka, terutama jika Red Bull mampu mengatur strategi ban dan pitstop dengan sempurna.
Dalam suasana panas dan menuntut fisik seperti di Marina Bay, satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya balapan.
Verstappen tampaknya siap menebus rasa frustrasinya dengan performa maksimal di hari Minggu.
Editor : Lugas Rumpakaadi