RADARBANYUWANGI.ID - Sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Singapura 2025 menjadi salah satu yang paling rumit bagi pembalap Ferrari, Charles Leclerc.
Pembalap asal Monako itu mengaku sesi tersebut “sangat berantakan”, menyusul berbagai kendala mulai dari lalu lintas padat, bendera merah, hingga insiden aneh di pit lane dengan Lando Norris dari McLaren.
Leclerc sebenarnya tampil menjanjikan di sesi latihan pertama (FP1).
Ia mencatat waktu kedua tercepat di belakang Fernando Alonso dengan selisih tipis, hanya sekitar sepersepuluh detik.
Namun, performanya menurun drastis pada FP2, di mana ia hanya mampu menempati posisi kesembilan, terpaut lebih dari tujuh per sepuluh detik dari Oscar Piastri yang memimpin waktu.
Sesi FP2 yang Penuh Gangguan
Menurut Leclerc, sejumlah faktor membuat performa Ferrari di FP2 tidak maksimal.
“FP1 berjalan baik, tapi FP2 sangat sulit. Banyak gangguan, mulai dari lalu lintas, bendera merah, hingga insiden di pit lane,” ujarnya, dikutip F1.
“Banyak hal yang tidak menguntungkan, tapi kami akan reset dan kembali lebih kuat besok. Saya yakin kecepatan mobil ada di sana, dan itu hal yang positif,” tambahnya.
Dua kali sesi FP2 terhenti akibat kecelakaan yang melibatkan George Russell dan Liam Lawson, yang memaksa semua pembalap berhenti di pit.
Ketika sesi kembali dilanjutkan dengan 15 menit tersisa, insiden terjadi antara Leclerc dan Norris.
Insiden Aneh di Pit Lane
Saat Ferrari mencoba mengirim Leclerc kembali ke lintasan, mobilnya justru keluar hampir bersamaan dengan McLaren milik Norris.
Akibatnya, Norris menabrak dinding pit setelah sempat bersinggungan, meski beruntung keduanya tidak mengalami kerusakan besar.
Federasi Automobil Internasional (FIA) kemudian menjatuhkan denda 10.000 Euro kepada Ferrari karena dianggap melakukan unsafe release atau pelepasan tidak aman di pit lane.
Leclerc menjelaskan, insiden itu terjadi karena kesalahpahaman di antara mekanik tim.
“Ada sedikit kebingungan karena dua mobil McLaren keluar hampir bersamaan. Mekanik saya kira mereka akan melaju lebih lambat, jadi saya tidak mendapat pesan untuk berhenti. Dalam situasi seperti ini, kami sangat bergantung pada instruksi tim,” tuturnya.
“Hal seperti ini memang tidak diinginkan, tapi bisa terjadi. Dengan banyaknya bendera merah, semua orang terburu-buru untuk mencatat waktu, dan itu menciptakan kombinasi yang sulit dihindari,” imbuhnya.
Ferrari Masih Optimistis
Meski FP2 berjalan tidak sesuai harapan, Leclerc menegaskan bahwa potensi Ferrari tetap tinggi untuk akhir pekan ini.
Rekannya, Lewis Hamilton, yang menempati posisi keempat di FP1 dan kesepuluh di FP2, juga melihat sisi positif dari hari pertama di Singapura.
“Ada banyak hal positif hari ini. Kami belajar banyak dan membuat kemajuan dari sesi ke sesi. Mungkin tidak akan ada perubahan besar malam ini, tapi kami akan menyempurnakan setelan mobil agar bisa mendekati McLaren,” ujar Hamilton.
Editor : Lugas Rumpakaadi