Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa FIA Terapkan Aturan Bahaya Panas di F1 GP Singapura 2025?

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 13:44 WIB
FIA terapkan aturan bahaya panas pertama di F1 Singapura 2025.
FIA terapkan aturan bahaya panas pertama di F1 Singapura 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Federasi Otomotif Internasional (FIA) resmi memperkenalkan aturan baru mengenai “bahaya panas” yang pertama kali diterapkan pada ajang Formula 1.

Regulasi ini berlaku mulai Grand Prix (GP) Singapura 2025, yang diperkirakan berlangsung dalam kondisi suhu ekstrem pada akhir pekan ini.

Tanggapan Pembalap

Carlos Sainz, pembalap Williams yang pernah juara GP Singapura 2023 bersama Ferrari, mengaku rompi pendingin yang digunakan timnya masih dalam tahap pengembangan.

Menurutnya, sistem tersebut diharapkan mampu bertahan setidaknya selama satu jam balapan, meski durasi penuh GP Singapura bisa mencapai dua jam.

Meski demikian, Sainz menegaskan dirinya sudah terbiasa menghadapi panas ekstrem di Singapura.

Bahkan, ia dikenal rutin melakukan terapi mandi es sebelum balapan panas, sebuah praktik yang kini diikuti hampir semua pembalap F1.

Menariknya, Sainz juga mengaku memiliki metode rahasia lain untuk melawan panas.

Ia enggan membagikan detailnya dengan alasan strategi pribadi.

“Kalau semua orang melakukannya, saya kehilangan keunggulan,” ujarnya.

Latar Belakang Aturan Bahaya Panas

GP Singapura dikenal sebagai salah satu seri tersulit di kalender F1.

Balapan malam di sirkuit jalan raya Marina Bay dipadukan dengan suhu tinggi dan kelembapan yang membuat suhu di dalam kokpit bisa mencapai 50 derajat Celsius.

FIA dalam pernyataannya pada Kamis (2/10/2025) menyebut bahwa Indeks Panas diperkirakan melebihi 31 derajat selama balapan, sehingga peraturan khusus harus diterapkan.

Langkah ini menjadi tindak lanjut setelah insiden GP Qatar 2023, di mana banyak pembalap mengalami kelelahan parah akibat cuaca ekstrem.

Kewajiban Rompi Pendingin

Untuk mengurangi risiko kesehatan, FIA mewajibkan para pembalap mengenakan rompi pendingin.

Rompi ini berisi cairan dingin yang dialirkan melalui tabung untuk menjaga suhu tubuh pembalap selama balapan.

Jika ada pembalap yang memilih tidak menggunakan rompi tersebut, FIA mengharuskan tim menambahkan beban ekstra 0,5 kilogram ke mobil.

Kebijakan ini bertujuan mencegah keuntungan performa karena bobot mobil yang lebih ringan bisa memangkas waktu hingga sepersepuluh detik per putaran.

Mulai musim depan, penggunaan rompi pendingin akan menjadi standar resmi pada balapan dengan kondisi panas ekstrem.

 

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Heat hazard #formula 1 #singapura #fia #f1