Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arsenal dan Liverpool Galau Abis: Mengapa Gyokeres dan Wirtz Belum Tampil Maksimal di Liga Inggris?

Niklaas Andries • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 23:45 WIB

ABSEN: Viktor Gyokeres diprediksi masih akan absen saat Arsenal hadapi tuan rumah Chelsea di Premier League
ABSEN: Viktor Gyokeres diprediksi masih akan absen saat Arsenal hadapi tuan rumah Chelsea di Premier League
RADARBANYUWANGI.ID - Viktor Gyokeres dan Florian Wirtz datang ke Liga Inggris dengan ekspektasi besar usai saga transfer musim panas. Namun, performa keduanya di Arsenal dan Liverpool belum sesuai harapan. Apa yang sebenarnya kurang?

Kedatangan Viktor Gyokeres ke Arsenal dan Florian Wirtz ke Liverpool sempat menjadi pusat perhatian dunia sepak bola. Dua bintang muda ini diyakini akan membawa angin segar dan meningkatkan kualitas tim. Namun, awal musim justru berjalan lebih pelan dari ekspektasi.

Gyokeres, yang datang dengan label mesin gol Sporting, belum sepenuhnya menemukan ritme. Sementara Wirtz, gelandang kreatif asal Jerman, masih mencari peran idealnya di bawah arahan Arne Slot. Pertanyaannya: mengapa keduanya belum benar-benar bersinar?

Gyokeres dan Masalah Ruang di Arsenal

Baca Juga: Kisah Chen EXO: Berani Akui Kehamilan Kekasih, Kini Hidup Bahagia dengan Dua Anak

Gyokeres sudah mencatat tiga gol dari tujuh laga Premier League. Statistik ini tidak buruk, tetapi tetap terasa belum cukup untuk pemain yang datang dengan reputasi tajam.

Seperti halnya Erling Haaland di Manchester City, Gyökeres sering terlihat kurang terlibat dalam permainan. Data menunjukkan ia menjadi pemain dengan sentuhan bola paling sedikit di antara starter Arsenal.

Faktor ruang juga menjadi kendala besar. Di Premier League, kesempatan berlari ke belakang pertahanan jauh lebih terbatas dibanding di Liga Portugal. Absennya Martin Odegaard dan Bukayo Saka belakangan ini membuat suplai bola semakin minim.

Mikel Arteta mencoba beradaptasi. Musim ini Arsenal lebih sering bermain vertikal dengan peningkatan umpan panjang. Bahkan, saat melawan Manchester United, kecepatan serangan mereka mencapai 1,9 meter per detik, jauh lebih tinggi dibanding musim sebelumnya.

Meski begitu, perbedaan pendekatan lawan, minimnya kreator, dan ruang yang terbatas membuat Gyökeres belum bisa menunjukkan seluruh potensinya. Namun, hal ini bisa berubah seiring berjalannya musim.

TUMPUAN: Florian Wirtz akan jadi andalan Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2026 vs Slovakia
TUMPUAN: Florian Wirtz akan jadi andalan Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2026 vs Slovakia

Wirtz: Jenius Kreatif yang Belum Menemukan Tempat di Liverpool

Baca Juga: Resmi! Gaji PNS, Pensiunan dan PPPK Naik hingga 12 Persen, Cair November 2025 dengan Sistem Rapel

Berbeda dengan Gyokeres, masalah Florian Wirtz lebih pada penempatan posisi. Saat di Bayer Leverkusen, ia tampil luar biasa dalam sistem cair dengan dua gelandang serang, sayap eksplosif, dan penyerang tengah fisikal.

Di Liverpool, Arne Slot belum menemukan formula yang tepat. Wirtz sudah dimainkan sebagai gelandang, sayap kiri, hingga striker dalam formasi 4-2-3-1. Sesekali ia menunjukkan kecerdikan dalam membuka ruang, seperti saat melawan Newcastle di mana pergerakannya membantu terciptanya gol.

Statistik mendukung perannya Wirtz adalah pemain dengan sprint kecepatan tinggi terbanyak di Premier League (59 kali), lebih unggul sembilan kali dari Bryan Mbeumo. Artinya, kontribusi Wirtz banyak terlihat dari pergerakan tanpa bola.

Contoh lain terlihat saat debut melawan Bournemouth. Ia melebar untuk menarik lawan dan membuka jalur bagi Mac Allister, lalu segera masuk kotak penalti sebagai opsi tambahan.

Meski belum memberi gol atau assist seperti di Leverkusen, alasan Liverpool mendatangkannya mulai terlihat perlahan.

Gy0keres dan Wirtz sama-sama menghadapi tantangan adaptasi di Premier League. Gyokeres butuh ruang dan suplai bola lebih konsisten, sementara Wirtz masih mencari posisi ideal dalam skema Liverpool.

Keduanya belum mencapai performa puncak, tetapi tanda-tanda positif sudah mulai terlihat. Bagi Arsenal dan Liverpool, kesabaran bisa menjadi kunci sebelum benar-benar menuai hasil dari investasi besar mereka. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #viktor gyokeres #Liverpool #Florian Wirtz #liga inggris