RADARBANYUWANGI.ID - Senyumnya merekah. Namun bukan karena baru saja mencetak angka melalui spike keras khasnya.
Kali ini, Megawati Hangestri Pertiwi tersenyum canggung di depan puluhan rekan kerja barunya.
Opposite 26 tahun itu baru saja melewati briefing pagi di kantor Bank Jatim.
“Jujur, rasanya lebih gampang main voli di hadapan ribuan penonton daripada bicara di depan teman-teman kantor,” kata Mega, tertawa kecil.
Ya, publik selama ini mengenalnya sebagai bintang voli Indonesia. Tinggi badan 185 sentimeter, smash keras, dan keberanian menghadapi lawan jadi ciri khasnya.
Tapi kini, Mega punya identitas baru: pegawai Bank Jatim bagian protokoler Corporate Secretary.
Dari Lapangan ke Dunia Kantor
Transisi ini bukan perkara mudah. Mega terbiasa hidup dengan ritme latihan, bertanding, lalu recovery.
Baca Juga: Bikin Foto Ala Studio Cuma Modal Teks? Rahasia Gemini AI Ada di Prompt yang Jarang Diketahui
Kini ia harus membiasakan diri dengan rutinitas baru: rapat, laporan, hingga acara resmi bank.
“Ini dunia yang benar-benar berbeda. Tapi saya belajar, karena sebagai atlet karier tidak selamanya panjang. Saya ingin punya bekal untuk masa depan,” ungkap Mega.
Di divisi protokoler, Mega bertugas mendampingi acara resmi perusahaan dan menyambut tamu. Hal yang membuatnya kerap gugup.
“Kalau spike salah, bisa ditebus poin berikutnya. Kalau salah sebut nama pejabat? Waduh, grogi banget,” ujarnya, disambut tawa rekan kerja.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Kesiapan Energi untuk MotoGP Mandalika 2025
Jalur Prestasi
Langkah Mega menjadi karyawan Bank Jatim bukan kebetulan. Johanes Koento, Manajer Tim Voli Bank Jatim sekaligus Wakil Ketua Harian Pengprov PBVSI Jatim, menyebut jalur itu sebagai penghargaan.
“Mega dibina sejak awal bersama Bank Jatim. Dari sinilah ia berkembang sampai jadi opposite andalan timnas. Prestasinya besar, jadi sudah sepantasnya kami pikirkan masa depannya setelah gantung sepatu,” tutur Johanes.
Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana, menambahkan bahwa Mega tetap diberi ruang untuk karier internasional.
“Saat ini Mega berstatus cuti di luar tanggungan. Setelah tugasnya sebagai atlet selesai, ia bisa kembali aktif sebagai karyawan,” jelasnya.
Baca Juga: BSU 2025: Simbol Perhatian Negara bagi Pekerja yang Berjuang Hidupi Keluarga
Dua Dunia, Satu Tekad
Meski kini punya dua identitas, Mega menegaskan tidak ingin setengah-setengah. Ia ingin maksimal di lapangan, sekaligus serius menata masa depan di dunia kerja.
“Saya sadar, usia atlet ada batasnya. Suatu saat saya tidak bisa lagi smash. Karena itu sekarang saya belajar dunia baru. Rasanya memang tidak mudah, tapi saya senang,” katanya.
Menjadi karyawan membuat Mega belajar hal-hal sederhana yang justru tak ia dapat di lapangan.
Mulai dari menulis laporan, berbicara di depan umum, hingga menyesuaikan jam kerja kantor.
“Kalau voli, jam tidur bisa diatur sesuai latihan. Kalau di kantor, disiplin jam 8 pagi harus siap. Itu tantangan baru,” ujarnya.
Baca Juga: Segera Daftar! Magang Bergaji UMP untuk Fresh Graduate Dibuka 7 Oktober 2025, Kuota 20 Ribu
Masa Depan Setelah Voli
Bagi Mega, pengalaman ini adalah investasi. Ia tak ingin hanya dikenal sebagai bintang voli, tetapi juga siap punya karier setelah gantung sepatu.
“Saya ingin tetap dekat dengan dunia yang membesarkan saya, tapi juga ingin berkembang di luar itu,” tegasnya.
Kini, publik bisa melihat Megawati Hangestri bukan hanya sebagai mesin poin timnas, tetapi juga perempuan muda yang belajar dunia baru: dunia kerja kantoran. (*)
Editor : Ali Sodiqin