RADARBANYUWANGI.ID - Fernando Alonso, juara dunia Formula 1 dua kali, selama ini dikenal publik sebagai sosok pembalap dengan reputasi sulit diatur.
Label ini melekat padanya sejak perselisihan dengan McLaren pada musim 2007 serta kritik keras terhadap Honda saat periode keduanya bersama tim tersebut pada tahun 2015.
Namun, Flavio Briatore, mantan bos tim Renault yang kini juga terlibat di Alpine, menyebut anggapan tersebut tidak benar.
Dalam wawancara bersama ESPN, Briatore menegaskan bahwa media telah berlaku tidak adil terhadap Alonso.
“Terkadang orang-orang memberitakan bahwa Fernando sulit diatur. Tapi itu omong kosong belaka. Fernando selalu menjadi rekan setim yang baik dan membuat semua orang bekerja sama. Buktinya bisa dilihat sekarang bersama Aston Martin,” kata Briatore.
Alonso dan Hubungan dengan Briatore
Di bawah arahan Briatore, Alonso meraih dua gelar juara dunia pada musim 2005 dan 2006 bersama Renault.
Hubungan keduanya masih terjalin hingga saat ini, bahkan Briatore kerap tampil sebagai pembela setia Alonso.
Kini, di usia 44 tahun, Alonso menjadi pembalap tertua di grid F1.
Meski begitu, ia masih menunjukkan ambisi besar untuk kembali meraih gelar juara dunia ketiganya bersama Aston Martin.
Semangat Kompetitif Alonso
Briatore menggambarkan Alonso sebagai pembalap dengan semangat juang yang tak pernah padam.
“Mobilnya mungkin belum kompetitif, tetapi Fernando selalu menekan. Dia seperti Rottweiler, selalu ada di sana, tidak pernah menyerah. Itulah caranya dia ingin menang,” ujar Briatore.
Baca Juga: Akankah Williams Racing Bisa Podium Lagi di F1 2025? Begini Kata Carlos Sainz
Masa Depan Alonso di F1
Alonso sendiri sempat mengakui bahwa akan sulit baginya untuk pensiun dari F1 pada akhir 2026, terutama jika Aston Martin tidak bisa memberikan mobil yang kompetitif.
Dengan dedikasi dan mentalitas juaranya, banyak pihak percaya Alonso masih bisa memberikan kejutan di sisa kariernya.
Editor : Lugas Rumpakaadi