BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Atlet wushu Banyuwangi kembali menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur 2025 yang digelar pada 25–28 September 2025 di Kenjeran Park Surabaya.
Dalam ajang yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah ini, tim Bumi Blambangan sukses membawa pulang 16 medali, terdiri dari 6 emas, 5 perak, dan 5 perunggu.
Medali emas disumbangkan sejumlah atlet. Sketsa Saudjana Sabda Khalifah meraih medali di kelas pra junior 35 kilogram putra. Junior Khafi Bartusodik di kelas 42 kilogram pra junior putra dan Raffael Sholihin Nugraha di kelas 56 kilogram pra junior putra.
Ada juga Aditya Setia Rahmatuloh di kelas 65 kilogram junior putra, Hagel Bilara di kelas 70 kilogram junior putra, serta Nufa Kiswa Tunnada yang berjaya di kelas 60 kilogram senior putri.
Untuk medali perak diraih Ahmad Rizqi Attamimi di kelas 25 kilogram pra junior putra, disusul Joe Liou Sapta Eka Nur Dante di kelas 39 kilogram pra junior putra, Mohamad Rasya Albani di kelas 60 kilogram junior putra, Firyal Kawurian Tresnani di kelas 48 kilogram senior putri, dan Andien Rizka Rahmadhani di kelas 60 kilogram senior putri.
Sementara medali perunggu diraih Maysun Janita di kelas 45 kilogram pra junior putri, Hanael Shalomelia Kostha Atmaja di kelas 52 kilogram pra junior putri, Rendy Rafa Syahputra di kelas 48 kilogram pra junior putra, Maulana Al’Aadiyaat di kelas 52 kilogram pra junior putra, serta Jilan Salsabilla di kelas 45 kilogram junior putri.
Ketua Wushu Indonesia (WI) Banyuwangi Suhadak mengatakan, pencapaian para atlet muda tersebut sejalan dengan latihan keras yang mereka lakukan selama ini.
“Ini prestasi luar biasa. Perolehan 6 emas, 5 perak, dan 5 perunggu membuktikan bahwa pembinaan wushu di Banyuwangi terus berkembang. Anak-anak menunjukkan mental juara, bahkan beberapa di antaranya baru pertama kali turun di level provinsi,” ujar Suhadak, Senin (29/9).
Suhadak menambahkan, hasil ini menjadi modal penting untuk mempersiapkan atlet menuju kejuaraan tingkat nasional.
Dengan raihan ini, Banyuwangi juga semakin diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru wushu di Jawa Timur. Sekaligus bukti keberhasilan pembinaan atlet usia dini hingga senior di daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut.
“Kami akan terus meningkatkan latihan dan memperbanyak jam tanding agar prestasi ini bisa ditingkatkan di kejuaraan yang lebih tinggi,” tegasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin