Untuk pertama kalinya sejak musim 1984-1985, Como dan Cremonese kembali bentrok di Serie A. Pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu malam ini diprediksi berlangsung panas, mengingat kedua tim sama-sama tampil impresif di awal musim 2025-2026.
Skuad Cesc Fabregas masih belum terkalahkan di kandang, sementara pasukan Davide Nicola juga tak tersentuh kekalahan saat tandang. Namun, salah satu rekor itu hampir pasti akan terhenti dalam derby Lombardy kali ini.
Performa impresif Como musim ini berlanjut di ajang Coppa Italia. Tengah pekan lalu, Lariani menghajar Sassuolo 3-0 dan mengamankan tiket ke babak 16 besar melawan Fiorentina pada Desember mendatang.
Kini, fokus kembali ke Serie A. Fabregas membidik dua kemenangan liga beruntun pertama musim ini, sekaligus tiga kemenangan berturut-turut di semua kompetisi. Harapan itu cukup realistis, sebab sejak Februari lalu hanya Inter Milan yang mampu pulang dengan kemenangan dari Sinigaglia.
Ketajaman lini depan menjadi senjata utama Como. Dalam 16 laga kandang terakhir, hanya sekali mereka gagal mencetak gol—kekalahan 0-2 dari Inter pada Mei lalu. Produktivitas ini akan diuji oleh lini pertahanan Cremonese yang sedang kokoh dengan dua clean sheet beruntun.
Di sisi lain, Cremonese juga membuka musim dengan apik. Mereka mengoleksi delapan poin dari empat laga, termasuk kemenangan sensasional atas AC Milan di San Siro (2-1) serta sukses menumbangkan Sassuolo (3-2). Meski begitu, dalam dua laga terakhir kontra Hellas Verona dan Parma, La Cremo gagal mencetak gol maupun kebobolan (0-0).
Secara head-to-head, Cremonese lebih unggul. Mereka memenangkan lima pertemuan terakhir melawan Como dan tidak terkalahkan sejak sembilan tahun lalu, tepatnya setelah kekalahan di Coppa Italia pada November 2016.
Namun, catatan itu bisa runtuh. Como tengah menjalani empat laga tak terkalahkan melawan tim promosi dan berambisi memperpanjang rekor tersebut.
Bagi Nicola, laga ini juga penuh tantangan pribadi. Ia belum pernah menang melawan Fabregas—sekali imbang dan sekali kalah—rekor yang bisa mengganjal ambisi Cremonese mencatat tiga clean sheet beruntun pertama dalam sejarah Serie A mereka.
Tren Performa
Como – Serie A: Menang-Kalah-Seri-Menang
Como – Semua Kompetisi: Menang-Menang-Kalah-Seri-Menang-Menang
Cremonese – Serie A: Menang-Menang-Seri-Seri
Cremonese – Semua Kompetisi: Kalah-Menang-Menang-Seri-Seri
Berita Tim
Baca Juga: 5 Prompt Terpopuler Gemini AI Biar Foto Depan Mobil Jadi Viral di IG
Como
1. Alberto Dossena absen karena cedera lutut parah.
2. Ignace Van der Brempt (hamstring) dan Assane Diao (kaki) juga belum tersedia.
3. Jesus Rodriguez Caraballo mencetak dua gol saat melawan Sassuolo, sedangkan Anastasios Douvikas menambah satu gol dan satu assist. Keduanya berpeluang turun sebagai starter.
4. Nico Paz yang diistirahatkan tengah pekan hampir pasti bermain sejak awal, setelah mencatat dua gol dan tiga assist musim ini.
Cremonese
1. Jamie Vardy (otot), Martin Payero, Michele Collocolo (hamstring), dan Jeremy Sarmiento diragukan tampil.
2. Emil Audero tampil gemilang dengan 12 penyelamatan dalam dua laga clean sheet terakhir.
3. Federico Baschirotto, Filippo Terracciano, dan Giuseppe Pezzella selalu bermain penuh musim ini, dan hampir pasti kembali jadi starter.
Perkiraan Susunan Pemain
Como (4-2-3-1):
Butez; Smolcic, Carlos, Kempf, Valle; Perrone, Roberto; Vojvoda, Paz, Rodriguez; Morata
Cremonese (3-5-2):
Audero; Terracciano, Baschirotto, Bianchetti; Zerbin, Grassi, Bondo, Vandeputte, Pezzella; Vazquez, Sanabria
Prediksi Skor: Como 2-0 Cremonese
Meski Cremonese memiliki rekor pertemuan lebih baik, performa Como di bawah Fabregas jauh lebih stabil dan tajam. Dengan catatan mencetak gol di 15 dari 16 laga kandang terakhir, Lariani diprediksi mampu mengamankan tiga poin penting dalam derby Lombardy kali ini. (*)
Editor : Niklaas Andries