Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Franco Colapinto: Kritik Keras Flavio Briatore Justru Jadi Motivasi di F1

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 26 September 2025 | 17:38 WIB
Franco Colapinto ungkap gaya kepemimpinan keras Flavio Briatore.
Franco Colapinto ungkap gaya kepemimpinan keras Flavio Briatore.

RADARBANYUWANGI.ID - Franco Colapinto, pembalap cadangan Alpine asal Argentina, mengaku semakin kuat berkat gaya kepemimpinan keras yang diterapkan oleh Flavio Briatore.

Meski kerap menerima kritik tajam, Colapinto menegaskan bahwa ia justru mendapat pelajaran berharga untuk memperjuangkan masa depannya di Formula 1.

Dari Williams ke Alpine: Jalan yang Tidak Mudah

Colapinto direkrut dari Williams pada musim dingin lalu untuk menggantikan Jack Doohan, setelah hasil mengecewakan yang membuat Alpine mencari arah baru.

Namun, adaptasi di tim asal Prancis itu bukan perkara sederhana.

Colapinto harus menghadapi mobil yang sulit dikendalikan sekaligus ekspektasi tinggi dari manajemen.

Briatore, yang dikenal blak-blakan, tidak segan mengkritik performa Colapinto di depan publik.

Ia bahkan sempat mempertanyakan keputusannya mempromosikan sang pembalap muda terlalu cepat.

Kritik Keras Jadi Motivasi

Meski mendapat sorotan tajam, Colapinto menegaskan bahwa gaya Briatore justru menguatkannya.

Dalam siniar Beyond the Grid menjelang Grand Prix Azerbaijan, ia menyebut Briatore sebagai sosok yang mampu memotivasi tim sekaligus memberinya mental lebih tangguh.

“Dia keras dengan semua orang, tetapi saya sangat percaya padanya. Cara itu membuat saya lebih kuat secara mental dan saya belajar banyak tahun ini,” ungkap Colapinto.

Alpine Terpuruk, Harapan Tetap Menyala

Musim ini, Alpine memang kesulitan bersaing.

Pierre Gasly hanya mampu mengoleksi 20 poin, membuat tim masih berada di posisi terbawah klasemen konstruktor.

Colapinto sendiri sempat mengalami kecelakaan saat kualifikasi di Baku, tetapi ia menunjukkan peningkatan dengan lolos ke Q2 di Hungaria dan menyalip Gasly dalam tiga dari empat sesi kualifikasi terakhir.

Meski tim memiliki opsi untuk menurunkan Paul Aron sebagai pembalap cadangan lain, Colapinto masih optimistis bisa membuktikan dirinya.

Fokus pada Masa Depan 2026

Alpine berencana menjadi pemasok mesin untuk Mercedes mulai 2026.

Colapinto menyadari peluang mendapatkan kursi penuh sangat bergantung pada performanya musim ini.

Namun, ia memilih fokus pada progres jangka pendek.

“Saya tidak ingin terlalu memikirkan 2026 sekarang. Fokus saya adalah membangun performa balapan demi balapan, momen demi momen. Waktunya akan tiba, dan saya ingin siap ketika itu terjadi,” tegasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#alpine #formula 1 #Flavio Briatore #franco colapinto #f1