RADARBANYUWANGI.ID - Christian Horner, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia Formula 1, resmi meninggalkan Red Bull sepuluh minggu setelah pemecatannya.
Kabar ini semakin menguat setelah laporan dari media Inggris seperti The Times dan Daily Mail, yang menyebutkan bahwa Horner menerima paket pesangon bernilai hingga 80 juta Poundsterling, atau setara sekitar US$100 juta.
Menurut reporter Sky Sports News, Craig Slater, nilai fantastis pesangon ini berkaitan dengan jabatan Horner sebagai Direktur di sejumlah perusahaan dalam struktur Red Bull.
Selain memimpin Red Bull Racing, ia juga terlibat di Red Bull Powertrains, divisi yang tengah mengembangkan mesin baru bersama Ford, serta Red Bull Advanced Technologies, yang mengaplikasikan inovasi F1 ke berbagai sektor industri.
Mengapa Pesangon Horner Begitu Besar?
Horner memiliki kontrak jangka panjang yang seharusnya berlangsung hingga tahun 2031.
Dengan statusnya sebagai direktur di beberapa unit bisnis penting Red Bull, nilai kompensasi yang ia terima menjadi jauh lebih besar daripada sekadar kontrak seorang Team Principal F1.
Slater menambahkan bahwa Horner bahkan bisa saja memperoleh jumlah lebih tinggi andai tidak mengambil keputusan tertentu dalam proses negosiasi.
Namun, demi kebebasan untuk kembali lebih cepat ke dunia F1, ia memilih menerima pesangon sedikit lebih rendah.
Target Comeback di Formula 1
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Horner akan bebas kembali berkompetisi pada pertengahan musim panas 2026.
Ia sudah dikaitkan dengan beberapa tim, termasuk Alpine, meski belum ada kepastian resmi mengenai langkah berikutnya.
Di luar dunia balap, Horner sempat menikmati waktu sebagai ayah penuh waktu, menghabiskan hari-harinya bersama keluarga, menonton konser musik, hingga berlibur bersama istrinya, Geri Horner, mantan anggota Spice Girls.
Namun, menurut Slater, energi dan semangat kompetitif Horner masih sangat besar untuk kembali ke lintasan.
Warisan dan Ambisi Baru
Selama hampir dua dekade memimpin Red Bull Racing, Horner berperan besar menjadikan tim tersebut sebagai kekuatan dominan di Formula 1.
Meskipun perpisahan dengan Red Bull disebut menyakitkan, peluang untuk kembali justru membuka babak baru dalam kariernya.
Di usianya yang baru menginjak 51 tahun, Horner diyakini masih punya banyak hal untuk ditawarkan bagi dunia balap.
Editor : Lugas Rumpakaadi