RADARBANYUWANGI.ID - Juara dunia bertahan Max Verstappen menegaskan bahwa dirinya tidak terobsesi dengan perebutan gelar juara dunia Formula 1 2025, meski berhasil meraih kemenangan beruntun di Monza dan Baku.
Sejak kemenangan mengejutkan di Grand Prix Italia, performa Red Bull tampak bangkit setelah mengalami periode sulit.
Keberhasilan itu berlanjut di Azerbaijan, ketika Verstappen tampil dominan dengan meraih pole position di kondisi lintasan yang sulit dan menuntaskannya dengan kemenangan meyakinkan.
Red Bull Kembali Bangkit
Kebangkitan Red Bull tidak lepas dari peningkatan mobil dan perubahan filosofi set-up yang mulai menunjukkan hasil positif.
Bos tim McLaren, Andrea Stella, bahkan menilai Verstappen kembali menjadi pesaing serius dalam perebutan gelar juara dunia melawan Oscar Piastri dan Lando Norris.
Meski begitu, Verstappen masih tertinggal 69 poin dari Piastri dengan tujuh balapan tersisa.
“Saya tidak bergantung pada harapan. Tujuh putaran masih banyak dan defisit ini besar. Saya hanya fokus balapan demi balapan,” ujar Verstappen.
Tantangan di Depan: Singapura dan McLaren
Red Bull berhasil membalikkan keadaan di Monza dan Baku, dua trek yang sebelumnya sulit ditaklukkan.
Namun, tantangan lebih berat menanti di Singapura, sirkuit jalanan teknis yang tahun lalu menjadi titik lemah Red Bull sekaligus salah satu arena andalan McLaren.
“Singapura adalah trek dengan downforce tinggi, tantangannya berbeda sama sekali. Kami harus lihat sejauh mana peningkatan kami bekerja di sana,” tambah Verstappen.
Editor : Lugas Rumpakaadi