RADARBANYUWANGI.ID - Juara dunia MotoGP Jorge Martin menyebut Grand Prix Jepang akhir pekan ini sebagai titik akhir dari masa “pramusimnya” pada musim 2025.
Hal ini disampaikan setelah dirinya menjalani tes pascabalapan di Misano yang dinilai sangat positif.
Martin, yang kini memperkuat tim pabrikan Aprilia, baru mengikuti enam dari 16 putaran musim ini karena sempat absen panjang akibat cedera.
Sejak comeback di Grand Prix Ceko bulan Juli lalu, fokus utamanya adalah beradaptasi dengan RS-GP yang berkembang pesat dibanding awal tahun.
Tes di Misano pada hari Senin lalu menjadi momentum penting bagi Martin.
Ia mendapatkan peningkatan terutama dari sisi ergonomi motor, yang menurutnya memberi rasa percaya diri lebih besar.
“Uji coba di Misano sangat positif. Kami melakukan banyak tes dan membuat kemajuan yang baik dalam hal ergonomi. Sampai saat ini terasa seperti pra-musim, tapi mulai sekarang saya ingin fokus pada kecepatan dan performa,” ujar Martin.
Pembalap Spanyol itu mengaku lebih optimis menghadapi Motegi.
Meskipun hasil terbaiknya sejauh ini hanya finis keempat di Grand Prix Hungaria, ia menilai performanya perlahan mulai mendekati level yang diharapkan.
Aprilia Incar Konsistensi di Papan Atas
Selain Martin, Aprilia juga tengah berjuang menjaga konsistensi. Marco Bezzecchi memberi kemenangan berharga di Grand Prix Inggris bulan Mei lalu, dan hampir meraih kemenangan keduanya musim ini di Misano setelah duel sengit dengan Marc Marquez.
Saat ini Aprilia menempati posisi kedua klasemen konstruktor dengan keunggulan tipis 23 poin atas KTM.
Namun, tantangan besar menanti di Jepang.
Motegi bukanlah trek yang bersahabat bagi Aprilia, dengan hasil terbaik hanya finis kesembilan musim lalu lewat Aleix Espargaro.
Pada 2023, Espargaro sempat menorehkan finis kelima di balapan basah yang dihentikan dengan bendera merah.
Fakta ini menunjukkan bahwa Aprilia masih harus bekerja keras jika ingin bersaing di barisan terdepan di Jepang.
Fokus Jorge Martin: Dari Adaptasi Menuju Performa
Bagi Martin, GP Jepang menjadi momen transisi dari fase adaptasi menuju pertarungan serius.
Tekadnya sederhana, yakni meninggalkan keterbatasan akibat cedera dan mulai tampil agresif untuk mengamankan posisi terbaik bagi Aprilia.
Editor : Lugas Rumpakaadi