Ilham Romadhona Mundur, Suporter PSPS Bertuah Bersorak
PSPS Riau kembali dilanda gejolak. Pelatih kepala Ilham Romadhona akhirnya memilih mundur dari kursi kepelatihan usai menerima desakan keras dari suporter dan masyarakat Askar Bertuah.
Keputusan itu disampaikan tak lama setelah PSPS ditahan imbang dramatis 3-3 oleh PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Sabtu (20/9/2025).
Padahal, PSPS hampir saja meraih kemenangan perdana musim ini. Sayangnya, dua gol PSMS di masa tambahan waktu babak kedua membuat hasil akhir hanya berakhir imbang.
Hasil tersebut menambah daftar buruk PSPS. Dari dua laga awal Championship 2025/2026, mereka hanya mampu meraih satu poin. Sebelumnya, PSPS dibantai 0-4 oleh FC Bekasi City pada laga perdana di Stadion Patriot, Bekasi, 12 September lalu.
Ultimatum Suporter Jadi Kenyataan
Kekecewaan fans terhadap Ilham sebenarnya sudah terlihat sejak kekalahan telak dari Bekasi City. Saat itu, suporter memberikan ultimatum agar dirinya segera berbenah atau angkat kaki.
Namun, imbang melawan PSMS yang seharusnya bisa dimenangkan menjadi puncak kemarahan fans. Mereka menuntut Ilham Romadhona mundur, dan sang pelatih berusia 48 tahun itu akhirnya menuruti desakan tersebut.
“Hari ini saya angkat kaki dari sini. Apapun itu, saya yang bertanggung jawab,” tegas Ilham usai pertandingan.
Kronologi Penunjukan Ilham di PSPS
Ilham Romadhona bercerita bahwa dirinya ditunjuk sebagai pelatih PSPS sejak 17 Juni 2025. Ia sebenarnya merupakan bagian dari PSF, perusahaan milik Gede Widiade.
Saat itu, manajemen PSPS meminta bantuan kepada Gede Widiade untuk mengelola tim. Gede kemudian menunjuk Ilham sebagai pelatih kepala dan menggandeng Kurniawan Dwi Yulianto sebagai Direktur Teknik.
“Saya cerita ya, kami semua ini kerja di PSF punya Pak Gede Widiade. Manajemen PSPS datang ke sana meminta Pak Gede Widiade, termasuk saya dan coach Kurniawan, untuk membantu PSPS. Tapi apapun itu, kami siap mundur,” ungkap Ilham.
Status Belum Resmi
Meski Ilham sudah menyatakan mundur, pihak manajemen PSPS Riau belum memberikan konfirmasi resmi terkait status kepergiannya.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah mereka akan menerima keputusan tersebut atau justru mencoba mencari solusi lain.
Yang jelas, tekanan besar dari suporter membuat posisi Ilham semakin mustahil untuk dipertahankan. PSPS kini dituntut segera mencari pelatih baru agar bisa bangkit di Championship 2025-2026. (*)
Editor : Niklaas Andries