RADARBANYUWANGI.ID – Event Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2025 resmi berakhir, Minggu (21/9).
Ajang balap sepeda bertaraf internasional yang berlangsung di lintasan Bike Park Gantasan, Kecamatan Licin sejak Sabtu (20/9) tersebut melahirkan para juara dari 19 kategori.
Event ikonik tersebut diikuti 313 peserta yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara.
Para rider beradu kecepatan di lintasan sepanjang 3,2 kilometer (km) dengan medan ekstrem khas pegunungan Ijen.
Trek yang menantang dipadu kabut serta cuaca pegunungan menjadikan atmosfer balapan semakin dramatis.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para pembalap dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
“Selamat datang para rider. Mudah-mudahan BIG Downhill ini menjadi wadah untuk merajut harmoni. Meskipun berbeda budaya dan negara, namun kita bersama-sama bertekad menyukseskan acara ini,” ujar Ipuk.
Menurut Ipuk, BIG Downhill menjadi bagian dari agenda sport tourism Banyuwangi pada tahun ini. Ajang tersebut masuk kalender Banyuwangi Festival (B-Fest) 2025.
“Sebelumnya kita sudah melaksanakan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Ijen Green Run, dan Night Run. Tahun ini masih ada dua agenda lagi, yakni BMX Championship berstandar internasional yang masuk dalam kalender B-Fest,” jelasnya.
Ipuk berharap event ini bukan hanya mengangkat nama Banyuwangi di bidang olahraga, tetapi juga mempromosikan pariwisata daerah.
“Dampaknya tentu meluas, mulai dari homestay, transportasi, hingga kuliner. Inilah bukti Banyuwangi hebat tidak hanya secara alam, tetapi juga lewat sport tourism,” imbuhnya.
Lebih jauh Ipuk menegaskan bahwa ajang BIG Downhill ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bukti komitmen pemkab untuk memajukan sport tourism yang ada di Banyuwangi.
“Ini adalah komitmen Pemkab untuk mengajak rider menaklukkan tantangan alam Ijen yang fenomenal baik untuk MTB maupun road bike. Ini juga menjadi kampanye bahwa Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark layak dikenal tidak hanya sebagai wisata alam, tetapi juga sport tourism dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Race Director BIG Downhill 2025 Munif menyebut, ajang kali ini merupakan edisi keenam sejak pertama kali digelar pada 2020.
Selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, tahun ini diikuti peserta juga berasal dari enam negara, yakni Selandia Baru, Filipina, Thailand, Taiwan, Singapura, dan Australia.
“BIG Downhill merupakan event internasional bertaraf UCI C1 dan mendapat penilaian sangat baik dari federasi. Bahkan, saat ini event ini menjadi race downhill terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara,” ungkap Munif.
Menurutnya, selain prestasi olahraga, gelaran ini juga berdampak pada perekonomian lokal. “Homestay dan kuliner Banyuwangi ikut merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Salah satu peserta, Rendy Varera Sanjaya yang berhasil menyabet juara pertama di kategori Men Elite, mengaku bangga dengan pencapaiannya.
“Saya sangat bersyukur bisa juara satu. Sesuai dengan harapan dan latihan yang saya lakukan. Trek ini sangat sulit dan menantang, jadi saya terus memotivasi diri untuk tetap kuat sepanjang balapan,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin