Hampir tiga dekade lamanya, publik Serie A tak menyaksikan duel antara Cremonese dan Parma di kasta tertinggi. Kini, nostalgia itu kembali hadir pada Minggu (22/9) malam di Stadion Giovanni Zini, sebuah panggung yang sarat emosi bagi kedua tim.
Cremonese, tim yang baru saja promosi, mengawali musim dengan kisah yang jauh di luar ekspektasi. Dipimpin Davide Nicola — pelatih spesialis “misi mustahil” — La Cremo sukses menorehkan tujuh poin dari tiga laga awal.
Mereka bahkan mencetak kemenangan bersejarah atas AC Milan di San Siro, menundukkan Sassuolo 3-2, dan meraih clean sheet pertama musim ini saat menahan imbang Hellas Verona.
Bagi fans, kegagalan di Coppa Italia tak jadi masalah. Sebab, hasil di liga justru membangkitkan optimisme baru.
Saat ini, Cremonese hanya kalah poin dari Napoli dan Juventus yang masih sempurna. Sebuah awal yang membuat kota Cremona kembali percaya bahwa tim kesayangannya bisa bersuara lantang di Serie A.
Di sisi lain, cerita berbeda datang dari Parma. Klub legendaris ini memulai musim 2024-2025 dengan wajah muram. Dari tiga laga, mereka hanya mengumpulkan satu poin.
Gol baru tercipta sekali, sementara gawang mereka sudah bobol lima kali. Tak heran jika posisi Parma kini terpuruk di peringkat dua terbawah.
Sejarah pun seakan menambah beban. Dalam lima pertemuan terakhir dengan Cremonese, Parma hanya sekali meraih kemenangan. Dua laga terakhir di Serie A bahkan berakhir dengan kekalahan 0-2, tepatnya pada November 1995 dan April 1996.
Menariknya, kedua pelatih sama-sama baru. Davide Nicola terlihat cepat beradaptasi, membawa identitas baru pada La Cremo.
Sedangkan Carlos Cuesta, mantan asisten Mikel Arteta di Arsenal yang baru berusia 30 tahun, masih berusaha menemukan ritme sebagai nahkoda tim utama.
Performa Terkini
Cremonese (Serie A): Menang – Menang – Imbang
Parma (Serie A): Kalah – Imbang – Kalah
Kabar Tim
Cremonese: Jamie Vardy yang sempat debut melawan Verona masih diragukan tampil karena cedera otot. Sejauh ini, lima pemain berbeda sudah menyumbang gol, sementara Alessio Zerbin menjadi motor kreativitas di lini tengah.
Parma: Hernani dan Lautaro Valenti masih dalam evaluasi kebugaran. Ondrejka dan Frigan absen jangka panjang. Kreativitas Parma masih bergantung pada Valeri, Almqvist, dan Bernabe, meski hasilnya belum maksimal.
Prediksi Susunan Pemain
Cremonese (3-5-2): Audero; Terracciano, Baschirotto, Bianchetti; Zerbin, Collocolo, Bondo, Vandeputte, Pezzella; Bonazzoli, Sanabria.
Parma (3-5-2): Suzuki; Prato, Circati, Ndiaye; Lovik, Ordonez, Bernabe, Sorensen, Valeri; Cutrone, Pellegrino.
Prediksi Skor: Cremonese 1-0 Parma
Melihat tren performa, publik Stadion Giovanni Zini punya alasan untuk percaya pada kisah indah berikutnya. Cremonese sedang berlari kencang, sementara Parma masih terseok di papan bawah. (*)
Editor : Niklaas Andries