Anfield kembali bergetar. Sorakan ribuan pendukung Liverpool menggema ketika peluit akhir dibunyikan. Sabtu (20/9) malam itu, Derby Merseyside menorehkan kisah baru: Liverpool menang 2-1 atas Everton dan menyamai rekor klub yang telah bertahan selama 88 tahun.
Namun, bukan hanya kemenangan yang jadi cerita utama. Nama Ryan Gravenberch kini terpatri dalam sejarah.
Gelandang muda asal Belanda itu tampil bak maestro, mencetak gol sekaligus memberikan assist — menjadikannya pemain termuda The Reds yang mampu melakukan keduanya dalam satu laga Derby Merseyside di Premier League.
Gravenberch Mengguncang Anfield
Baca Juga: Pengumuman Hasil Tes Tahap 1 Asisten Bisnis Kemenkop: Selamat! Lanjut ke Asesmen Psikologis
Baru 10 menit laga berjalan, Mohamed Salah mengirimkan umpan silang manis ke dalam kotak penalti. Bola sempat memantul sekali, dan di sanalah Gravenberch mengeksekusi dengan sepakan voli setengah sentuhan yang tak mampu dihentikan Jordan Pickford. Anfield pun pecah dalam euforia.
Tak berhenti di situ, menit ke-29 Gravenberch kembali menunjukkan kualitasnya. Bermula dari kombinasi Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai, ia menyodorkan umpan terobosan presisi untuk Hugo Ekitike.
Striker Prancis itu berlari melewati Michael Keane dan menaklukkan Pickford dengan tendangan rendah di antara kakinya. Liverpool unggul 2-0, dan laga tampak berada dalam kendali.
Everton Membalas, Ketegangan Meningkat
Baca Juga: Berita Seputar Kenaikan Gaji ASN TNI POLRI dan Pejabat Negara Terbaru dan Terkini Hari Ini
Tapi Derby Merseyside tidak pernah berjalan mudah. Menit ke-58, Everton memberi perlawanan. Jack Grealish mengirimkan umpan silang ke tiang jauh, disundul Ndiaye ke arah Idrissa Gueye.
Dengan ketenangan seorang veteran, gelandang Senegal itu melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Alisson. Skor berubah 2-1, dan ketegangan pun menyelimuti sisa pertandingan.
The Toffees mencoba mengejar, namun Liverpool bertahan dengan rapat hingga peluit akhir. Anfield kembali bernapas lega, dan sejarah pun tercipta.
Man of the Match: Ryan Gravenberch
Usianya baru 23 tahun, namun malam itu Gravenberch tampak matang bak seorang pemimpin. Selain mencetak gol brilian dan memberi assist indah, ia juga bekerja keras di lini tengah dengan lima tekel sukses serta dua intersep. Sungguh performa komplet yang menjadikannya man of the match.
Statistik Kunci Liverpool vs Everton
Penguasaan bola: Liverpool 58% – 42% Everton
Tembakan: Liverpool 11 – 9 Everton
Tembakan tepat sasaran: Liverpool 3 – 2 Everton
Sepak pojok: Liverpool 5 – 4 Everton
Pelanggaran: Liverpool 11 – 10 Everton
Agenda Selanjutnya
Liverpool kini mengalihkan fokus ke Piala Liga Inggris, menjamu Southampton di putaran ketiga pada Selasa (23/9), sebelum melanjutkan Premier League dengan tandang ke markas Crystal Palace pada 27 September.
Everton pun bersiap tampil di ajang yang sama melawan Wolverhampton Wanderers. Setelah itu, mereka akan kembali ke Premier League dengan laga penuh emosi menghadapi West Ham United — klub lama sang pelatih David Moyes — pada Senin (29/9). (*)
Editor : Niklaas Andries