RADARBANYUWANGI.ID - Lewis Hamilton merasa semakin percaya diri bersama Ferrari setelah mencatat hasil positif pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Azerbaijan 2025.
Perubahan signifikan pada set-up pengereman disebut menjadi faktor utama di balik peningkatan performanya.
Pada FP1, Hamilton hanya mampu menempati posisi ke-13 dan menggambarkan sesi tersebut sebagai “berantakan” akibat kurangnya kepercayaan diri ketika memasuki tikungan 90 derajat khas Sirkuit Baku.
Namun, situasi berbalik di FP2, di mana ia merasakan peningkatan besar setelah tim melakukan penyesuaian pada rem.
“Di P1 saya kesulitan karena masalah pengereman. Memasuki P2, kami melakukan beberapa perubahan dan rem akhirnya bekerja dengan sempurna. Itu memberi saya keuntungan besar dan saya senang dengan perkembangan yang kami raih,” jelas Hamilton.
Menariknya, Hamilton juga mendapat keuntungan dari bantuan slipstream atau “derek” yang diberikan rekan setimnya, sehingga mampu mencatatkan waktu terbaik di lap terakhir.
Meski begitu, ia menegaskan belum ingin terlalu optimistis karena hasil tersebut baru sebatas sesi latihan.
Leclerc: Ferrari Kuat, Tapi McLaren di Level Berbeda
Charles Leclerc, rekan setim Hamilton, juga menunjukkan performa menjanjikan dengan memimpin waktu pada sebagian besar FP2.
Namun, ia mengakui masih banyak ruang untuk perbaikan, terutama dari sisi dirinya sendiri.
Meski Ferrari terlihat solid, Leclerc menilai McLaren tetap menjadi ancaman terbesar.
Menurutnya, catatan waktu Lando Norris yang belum maksimal di FP2 bisa menjadi kejutan besar pada kualifikasi.
“Saya rasa McLaren berada di dunia lain. Norris tidak menuntaskan beberapa lap yang sangat cepat, jadi besok bisa jadi berbeda. Untuk saat ini, mungkin sulit bagi kami untuk bertarung demi kemenangan, tapi saya tetap menjaga harapan,” ungkap pembalap asal Monako tersebut.
Baca Juga: Carlos Sainz Kritik Sistem Steward F1 Usai Penalti Insiden dengan Lawson
Vasseur: Ferrari di Jalur yang Benar, Tapi McLaren Masih Ancaman
Prinsipal Ferrari, Frederic Vasseur, memilih untuk tetap realistis meski timnya menunjukkan perkembangan positif.
Ia menyoroti McLaren sebagai patokan utama, sementara Mercedes dinilai belum mengeluarkan potensi penuh mesinnya.
“Hari Jumat berjalan baik. Namun, kami tidak tahu level bahan bakar atau set-up tim lain. McLaren belum memperlihatkan kecepatan maksimal, dan itu yang membuat persaingan akan ketat,” kata Vasseur.
Meski demikian, Vasseur menegaskan bahwa Ferrari sudah berada di jalur yang tepat dengan peningkatan performa yang terlihat jelas di FP2, termasuk saat menjalani simulasi balapan singkat.
Menuju Kualifikasi GP Azerbaijan 2025
Dengan Hamilton yang semakin nyaman bersama mobil barunya dan Leclerc yang konsisten, Ferrari tampak siap memberikan perlawanan serius.
Namun, dominasi McLaren masih menjadi teka-teki besar menjelang sesi kualifikasi.
Apakah Ferrari mampu mempertahankan momentum ini dan menantang McLaren di Baku, atau justru kembali harus puas mengejar?
Semua perhatian kini tertuju pada sesi kualifikasi yang akan menentukan arah pertarungan akhir pekan di Azerbaijan.
Editor : Lugas Rumpakaadi