Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Carlos Sainz Kritik Sistem Steward F1 Usai Penalti Insiden dengan Lawson

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 20 September 2025 | 08:55 WIB
Carlos Sainz menyoroti pentingnya steward permanen F1.
Carlos Sainz menyoroti pentingnya steward permanen F1.

RADARBANYUWANGI.ID - Carlos Sainz menjadi sorotan usai insiden di Tikungan 1 bersama Liam Lawson yang membuatnya dijatuhi penalti waktu 10 detik serta dua poin penalti pada Super License miliknya.

Meski hukuman waktu sudah dijalani dan tidak bisa dicabut, tim Williams mengajukan peninjauan ulang dengan membawa bukti baru yang signifikan.

Hasilnya, protes tersebut dikabulkan.

Dua poin penalti pada lisensi balap Sainz resmi dicabut.

Namun, insiden ini membuka kembali perdebatan lama mengenai konsistensi keputusan steward di Formula 1.

Kritik Sainz Terhadap Sistem Steward F1

Pembalap asal Spanyol itu menyatakan bahwa Formula 1 seharusnya memiliki steward permanen yang digaji tetap.

Menurutnya, kehadiran steward yang sama di sebagian besar balapan akan menciptakan konsistensi dalam pengambilan keputusan.

“Seharusnya ada dua steward permanen dan satu rotasi. Dengan begitu, kami para pembalap bisa memahami pola keputusan mereka dan menyesuaikan diri,” kata Sainz saat berbicara di Baku.

Ia menambahkan, masalah finansial tidak seharusnya menjadi hambatan karena olahraga ini memiliki cukup dana untuk menggaji steward tetap, sama seperti profesi lain dalam ekosistem Formula 1.

Argumen Pro dan Kontra

Bagi Sainz, keberadaan steward permanen akan memudahkan pembalap memahami batasan yang jelas tentang apa yang diperbolehkan dan tidak.

Hal ini juga diyakini mampu mengurangi kebingungan ketika insiden serupa dinilai berbeda di tiap balapan.

Namun, ia juga mengakui bahwa sebagian pembalap mungkin lebih nyaman dengan rotasi steward.

Alasannya sederhana, jika merasa diperlakukan keras oleh seorang steward tertentu, pembalap tersebut akan lebih diuntungkan jika pengawas berganti di balapan berikutnya.

Refleksi atas Insiden

Meninjau kembali insiden di Zandvoort, Sainz merasa yakin sejak awal bahwa penalti yang diterimanya tidak seharusnya dijatuhkan.

Ia menyebut proses banding yang membatalkan poin penalti adalah langkah positif, sekaligus bukti bahwa sistem peninjauan ulang bisa bekerja dengan baik bila ada bukti baru yang jelas.

“Bagi saya, kasus ini hitam putih. Seharusnya tidak pernah ada penalti. Bukti baru hanya mempertegas hal itu,” tegasnya.

Masa Depan Steward di Formula 1

Polemik ini menyoroti perlunya evaluasi lebih dalam terhadap sistem perwasitan Formula 1.

Konsistensi keputusan bukan hanya soal keadilan, tetapi juga memberikan kepastian bagi pembalap, tim, serta penonton.

Jika ide steward permanen benar-benar diterapkan, bukan tidak mungkin Formula 1 memasuki era baru dengan standar keputusan yang lebih jelas, transparan, dan adil bagi semua pihak.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #Liam Lawson #Steward #f1 #carlos sainz