Bursa transfer Premier League kembali memanas. Liverpool dikabarkan siap bersaing dengan Manchester United dan Arsenal untuk mendapatkan tanda tangan Ayyoub Bouaddi, bintang muda milik Lille yang tengah mencuri perhatian di Ligue 1.
The Reds baru saja melanjutkan tren positif di musim 2025-2026 dengan kemenangan dramatis 1-0 atas Burnley pada Minggu (14/9). Hasil itu melengkapi start sempurna tim asuhan Arne Slot, yang sebelumnya sudah menggelontorkan dana lebih dari Rp8 triliun (£400 juta) di bursa transfer musim panas lalu.
Selain sukses menurunkan rata-rata usia skuad, Slot juga mendatangkan sejumlah pemain top di pos-pos krusial. Kendati demikian, Liverpool masih berburu talenta muda potensial untuk memperkuat proyek jangka panjang mereka.
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid yang Jadi Incaran Raksasa Inggris
Meski baru berusia 17 tahun, Bouaddi sudah mengoleksi empat caps bersama Timnas Prancis U-21. Lebih istimewa lagi, ia telah mencatatkan 58 penampilan senior untuk Lille, mayoritas sebagai gelandang bertahan.
Pada musim 2024-2025, Bouaddi bahkan menjadi starter di 7 dari 10 laga Liga Champions Lille, sekaligus membantu tim meraih kemenangan atas Monaco, Lorient, dan Toulouse di kompetisi domestik. Catatan tersebut membuat namanya kian bersinar di radar klub-klub elite Eropa.
Saat ini kontraknya bersama Lille masih berlaku hingga 2027. Namun jika negosiasi perpanjangan kontrak tak menemui titik terang, Bouaddi hampir pasti akan menjadi rebutan pada bursa transfer Januari 2026.
Klub Mana yang Paling Membutuhkan Bouaddi?
Arsenal diyakini tidak terlalu ngotot mengejar Bouaddi karena sudah memiliki banyak stok gelandang serba bisa. Sebaliknya, Liverpool dan Manchester United disebut lebih berpeluang serius dalam perburuan ini.
United memang tengah mencari solusi jangka panjang untuk lini tengah mereka, sementara Liverpool bisa memproyeksikan Bouaddi sebagai pengganti alami Wataru Endo di masa depan.
Dengan potensi luar biasa yang dimilikinya, perebutan Bouaddi berpotensi menjadi salah satu saga transfer paling panas di awal 2026. (*)
Editor : Niklaas Andries