Manchester United dilaporkan siap menjadikan Ruben Neves, gelandang Al-Hilal sekaligus mantan bintang Wolverhampton Wanderers, sebagai target utama pada bursa transfer musim dingin Januari mendatang.
Pada bursa transfer musim panas lalu, Setan Merah sudah mengamankan lima pemain anyar, yakni Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, dan Benjamin Sesko untuk sektor serangan, ditambah Senne Lammens (kiper) dari Royal Antwerp serta Diego Leon (bek kiri) dari Cerro Porteno.
Namun, upaya memperkuat lini tengah justru gagal terealisasi hingga penutupan bursa awal September.
Fokus Beralih ke Ruben Neves
Sebelumnya, United santer dikaitkan dengan Carlos Baleba dari Brighton & Hove Albion. Tetapi transfer batal terwujud hingga deadline day. Klub disebut bisa kembali mencoba pada Januari, meski harga tinggi Baleba berpotensi membuat mereka mencari opsi lain.
Kini, menurut laporan Fichajes, manajemen MU mengarahkan radar ke Ruben Neves yang dianggap lebih realistis. Gelandang Portugal itu disebut masuk daftar prioritas, meski Al-Hilal diyakini tidak mudah melepasnya.
Situasi kontrak Neves yang tersisa satu tahun bisa jadi celah negosiasi. Jika tak dilepas Januari nanti, Al-Hilal berpotensi kehilangan sang pemain secara gratis pada musim panas 2026.
Profil & Rekam Jejak Neves
Sejak bergabung dengan Al-Hilal pada 2023, Neves tampil konsisten dengan 92 pertandingan, 9 gol, dan 24 assist. Sebelum hijrah ke Arab Saudi, ia menjadi pilar Wolverhampton Wanderers dengan 177 penampilan di Premier League.
Neves dikenal sebagai gelandang komplet dengan umpan akurat, visi tajam, kemampuan eksekusi jarak jauh, serta ketangguhan dalam tekel.
Kualitas ini membuatnya dipandang ideal untuk memperkuat lini tengah Manchester United yang kerap bermasalah dengan konsistensi.
Kondisi Skuad Setan Merah
Hingga Januari, pelatih Ruben Amorim masih mengandalkan Casemiro, Bruno Fernandes, Manuel Ugarte, dan Kobbie Mainoo sebagai motor permainan.
Kehadiran Neves diyakini bisa menambah kedalaman skuad, keseimbangan permainan, sekaligus pengalaman di level tertinggi.
Editor : Niklaas Andries