RADARBANYUWANGI.ID - Alexander Isak dan Hugo Ekitike berpeluang dimainkan bersama dalam formasi 4-4-2 Liverpool. Emile Heskey ungkap satu syarat penting agar duet ini berjalan mulus.
Liverpool kini memiliki dua amunisi baru di lini serang: Alexander Isak dan Hugo Ekitike. Namun, pertanyaan besar muncul: bisakah keduanya dimainkan bersamaan? Menurut legenda The Reds, Emile Heskey, jawabannya mungkin saja, asalkan manajer Arne Slot memastikan satu hal krusial — lini tengah harus tampil kompak.
Isak Siap Jalani Debut di Turf Moor
The Reds bisa saja menyaksikan aksi perdana Isak saat menghadapi Burnley di Turf Moor pada Minggu (14/9). Striker asal Swedia berusia 25 tahun itu baru kembali dari tugas internasional bersama timnasnya dan sudah mengikuti latihan di Kirkby.
Meski sempat turun sebentar ketika Swedia kalah dari Kosovo di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Isak hampir pasti tidak akan langsung menjadi starter. Arne Slot kemungkinan tetap mengandalkan kombinasi Hugo Ekitike, Cody Gakpo, Florian Wirtz, dan Mohamed Salah di lini depan.
Namun, transfer Isak dengan nilai fantastis £125 juta (sekitar Rp2,56 triliun) membuat banyak pihak penasaran: bagaimana Slot bisa mengakomodasi Isak bersama Ekitike yang sedang dalam performa apik?
Emile Heskey: Duet Bisa, Asal Lini Tengah Padat
Menurut Emile Heskey, Ekitike kemungkinan akan digeser ke posisi sayap kiri untuk memberi ruang bagi Isak di lini tengah serangan. Meski begitu, ia menilai formasi 4-4-2 tetap bisa berjalan jika Liverpool mampu menjaga keseimbangan tim.
“Formasi klasik 4-4-2 dulu sangat sukses, tidak ada alasan Liverpool tak bisa mencobanya,” ujar Heskey.
“Namun, secara realistis, Slot mungkin lebih memilih Isak di tengah, Ekitike di kiri, dan Salah di kanan. Rotasi akan sangat penting di musim padat. Kalau lini tengah bisa kompak, peluang untuk memainkan Isak dan Ekitike sebagai duet murni tetap terbuka.”
Heskey juga memuji langkah Liverpool merekrut Isak. “Dia adalah transfer luar biasa yang bisa menjaga dominasi The Reds. Ditambah dengan awal positif dari Ekitike yang sudah mencetak gol, masa depan lini depan Liverpool terlihat cerah,” tambahnya.
Alternatif Saat Mohamed Salah Absen
Jika Isak benar-benar debut melawan Burnley, itu akan menjadi laga klub pertamanya sejak akhir musim 2024-2025. Ia sempat absen dalam tur pramusim Newcastle United karena spekulasi transfer yang tak kunjung reda.
Untuk saat ini, Ekitike diyakini tetap aman sebagai penyerang utama, sementara Gakpo dan Salah akan menempati sayap. Namun, Slot harus menyiapkan skenario lain ketika Salah absen membela Mesir di Piala Afrika (AFCON) yang berlangsung pada 21 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026.
Tanpa Salah, Slot bisa mencoba formasi 4-3-1-2. Dalam skema ini, Isak dan Ekitike diplot sebagai duet penyerang, sementara Florian Wirtz menjadi playmaker di belakang keduanya. Trio Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch, dan Dominik Szoboszlai bisa menjadi motor pengatur tempo sekaligus penyeimbang lini tengah.
Meski formasi tersebut kemungkinan tidak akan digunakan saat Salah masih tersedia, strategi itu bisa menjadi alternatif realistis selama periode AFCON. (*)
Editor : Niklaas Andries