Pelatih Patrick Kluivert akan mencoret enam pemain demi memenuhi regulasi yang hanya mengizinkan 23 nama masuk daftar resmi.
Meski berstatus laga persahabatan, duel ini termasuk dalam agenda FIFA Match A. Ini artinya, setiap tim hanya diperbolehkan membawa 23 pemain dengan maksimal enam pergantian sepanjang pertandingan.
1. Marselino Ferdinan Berpotensi Dicoret
Saat ini, Timnas Indonesia dihuni 29 pemain, termasuk tiga wajah baru: Miliano Jonathans, Adrian Wibowo, dan Mauro Zijlstra. Jumlah ini sebenarnya bisa menjadi 30 pemain jika Mees Hilgers tidak batal bergabung.
Dengan kondisi tersebut, Kluivert harus memangkas enam nama dari skuad. Salah satu yang berpotensi masuk daftar coret adalah Marselino Ferdinan. Dalam kemenangan 6-0 atas Taiwan, gelandang berusia 20 tahun itu dinilai bermain terlalu individualis.
Ada momen ketika Marselino memilih menembak dari sudut sempit, padahal Mauro Zijlstra berada dalam posisi lebih menguntungkan di depan gawang. Sikap ini dinilai merugikan tim dan bisa jadi alasan Kluivert mempertimbangkannya.
2. Lima Pemain Lain yang Terancam
Selain Marselino, lima pemain lain disebut-sebut juga berpeluang dicoret, yaitu Yance Sayuri, Egy Maulana Vikri, Stefano Lilipaly, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama. Ini alasannya:
Yance Sayuri & Shayne Pattynama: Persaingan di posisi mereka cukup ketat. Ada Calvin Verdonk serta Nathan Tjoe A-On yang bisa diturunkan sebagai bek sayap.
Egy Maulana Vikri: Posisi winger kanan kini mendapat pesaing baru seperti Miliano Jonathans dan Yakob Sayuri.
Stefano Lilipaly: Di sektor sayap kiri, Ragnar Oratmangoen dan Adrian Wibowo menjadi ancaman serius bagi tempatnya.
Jordi Amat: Di lini belakang, trio Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner masih jadi pilihan utama. Belum lagi kehadiran Kevin Diks, Sandy Walsh, dan Verdonk yang fleksibel bermain sebagai bek tengah.
Dengan daftar coret ini, Patrick Kluivert diprediksi hanya akan membawa pemain yang benar-benar sesuai dengan skemanya. Laga kontra Lebanon pun akan menjadi ujian serius apakah formasi dan gaya bermain barunya bisa tetap efektif melawan tim dengan peringkat FIFA lebih tinggi. (*)
Editor : Niklaas Andries