Uji coba internasional ini menjadi bagian penting persiapan menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih Patrick Kluivert dituntut memastikan strategi racikannya mampu bersaing menghadapi tim-tim kuat seperti Arab Saudi dan Irak demi satu tiket ke Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.
Lebanon Jadi Ujian Ideal
Lebanon bisa dibilang lawan yang pas untuk mengukur kekuatan Timnas Indonesia. Berdasarkan peringkat FIFA terbaru, Lebanon menempati posisi 112, hanya terpaut enam tingkat di atas Indonesia yang berada di peringkat 118 dunia.
Skuad berjuluk The Cedars ini tengah menunjukkan performa impresif di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027. Dilatih oleh Miodrag Radulović asal Montenegro, Lebanon belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir. Mereka mencatat kemenangan atas Brunei Darussalam (5-0) dan Oman (1-0), serta menahan imbang Yaman 0-0 di kandang lawan.
Tak hanya itu, Lebanon juga mengejutkan publik sepak bola Asia dengan menumbangkan juara Piala Asia 2024, Qatar, dengan skor 1-0 dalam laga persahabatan di Stadion Internasional Khalifa pada 24 Agustus lalu.
Tantangan untuk Kluivert dan Garuda
Pengamat sepak bola nasional, Gusnul Yakin, menilai duel melawan Lebanon wajib dimanfaatkan maksimal oleh Kluivert. Menurutnya, ini kesempatan tepat untuk menurunkan formasi terbaik sekaligus menguji konsistensi permainan tim.
“Patrick Kluivert harus bisa menjadikan laga kontra Lebanon sebagai simulasi sebelum menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia perlu memperbaiki lini depan yang masih lemah, khususnya bagaimana memadukan pemain baru seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra,” ujar Gusnul.
Dengan modal kemenangan besar atas China Taipei, Timnas Indonesia diharapkan bisa tampil lebih solid melawan Lebanon dan menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan yang lebih berat di kualifikasi mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries