Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama: Peluang Juara dan Jalan Menuju Moto3

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 4 September 2025 | 15:47 WIB
Veda Ega Pratama menentukan nasib Indonesia di balapan seri Misano.
Veda Ega Pratama menentukan nasib Indonesia di balapan seri Misano.

RADARBANYUWANGI.ID - Balapan terakhir Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 di Misano, Italia, akan menjadi momen krusial bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama.

Balapan yang digelar pada 13–14 September 2025 ini akan menentukan apakah rider asal Gunungkidul tersebut mampu merebut gelar juara atau hanya bertahan di posisi runner-up.

Saat ini, Veda berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 170 poin, terpaut 21 poin dari Brian Uriarte asal Spanyol yang memimpin dengan 191 poin.

Sementara itu, pembalap Malaysia, Hakim Danish, menempel ketat di posisi ketiga dengan 165 poin.

Secara matematis, peluang Veda untuk menjadi juara masih terbuka, meski membutuhkan perjuangan ekstra keras di Misano.

Menjelang balapan penentu, Veda menyiapkan strategi matang.

Salah satu inspirasinya datang dari sang legenda MotoGP, Marc Marquez.

Dalam pertemuan usai Veda menjuarai Asia Talent Cup 2023, Marquez berbagi tips tentang cara menjaga fokus dan ketenangan sebelum balapan dimulai.

Marquez menekankan pentingnya mengendalikan emosi di starting grid, momen paling menegangkan bagi setiap pembalap.

Alih-alih mendengarkan musik seperti sebagian rider lain, Marquez memilih diam dan fokus penuh pada motornya.

Filosofi ini coba diterapkan Veda dalam setiap balapan penting, termasuk Misano nanti.

Perjalanan Veda di musim 2025 penuh warna.

Ia mencatatkan “double win” di Mugello pada Juni, sebuah pencapaian luar biasa karena baru saja pulih dari cedera di Aragon.

Kemenangan tersebut lahir dari strategi cerdas, yakni mempelajari karakter sirkuit dari balapan tahun sebelumnya.

Tidak berhenti di situ, Veda kembali mengibarkan Merah Putih di Sachsenring, Jerman.

Meski gagal podium di Race 1 akibat lintasan basah, ia bangkit di Race 2 dan meraih kemenangan dramatis setelah menyalip para pesaing di tiga lap terakhir.

Di Red Bull Ring, Austria, Agustus lalu, Veda tampil konsisten dengan dua kali finis di posisi kedua.

Meski gagal menang karena disalip Brian Uriarte di tikungan akhir, performa tersebut menegaskan kapasitasnya sebagai salah satu calon bintang masa depan MotoGP.

Terlepas dari hasil di Misano, peluang Veda untuk naik ke kelas Moto3 terbuka lebar asalkan finis di tiga besar klasemen akhir.

Pertanyaan yang kini muncul adalah, apakah Astra Honda Racing Team (AHRT) akan membawanya ke Moto3 bersama Honda Team Asia, atau melepasnya ke tim Eropa seperti KTM?

Fakta di lapangan menunjukkan dominasi KTM di Moto3 musim ini.

Posisi 1 hingga 8 klasemen sementara semuanya dikuasai pembalap KTM, sementara Honda masih kesulitan menemukan formula terbaik.

Jika AHRT tetap bersikeras mempertahankan Veda di bawah bendera Honda, risiko stagnasi prestasi bisa saja menghantui.

Namun, jika dilepas ke KTM, peluang bersaing di level atas akan semakin terbuka.

Apapun skenario yang terjadi, balapan di Misano akan menjadi babak penting dalam karier Veda Ega Pratama.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#moto3 #ktm #misano #Red Bull Rookies Cup 2025 #motogp #veda ega pratama #honda