RADARBANYUWANGI.ID - Erik ten Hag mengaku terkejut dengan keputusan cepat Bayer Leverkusen yang resmi memecatnya hanya dua pertandingan setelah Bundesliga 2025-2026 dimulai.
Pelatih asal Belanda itu menilai langkah klub sama sekali tidak menunjukkan rasa percaya dari manajemen dan menjadi pengalaman baru yang belum pernah ia alami sepanjang kariernya.
Awal Buruk Bersama Leverkusen
Leverkusen memulai musim dengan hasil mengecewakan. Mereka kalah 2-1 dari TSG Hoffenheim di laga pembuka, kemudian hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Werder Bremen yang bermain dengan 10 pemain.
Hasil tersebut memicu keputusan manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan Ten Hag pada Senin lalu.
Padahal, Ten Hag baru ditunjuk sebagai pengganti Xabi Alonso pada Mei 2025 dengan kontrak berdurasi dua tahun. Namun, masa jabatannya harus berakhir kurang dari tiga bulan sejak penunjukan.
Ten Hag Sesalkan Minimnya Kepercayaan
Baca Juga: Begini Cara Bertahan Hidup Sopir Bus AKDP Banyuwangi-Jember saat Jalur Gumitir Ditutup
Dalam pernyataannya, Ten Hag menilai pemecatan ini sangat disayangkan. Ia merasa tidak diberi waktu cukup untuk membangun tim yang kohesif setelah kepergian sejumlah pemain kunci.
“Kepercayaan adalah hal terpenting dalam membangun tim, sayangnya saya tidak mendapatkannya di Leverkusen,” ungkap Ten Hag.
Tantangan Berat Sejak Awal
Musim sebelumnya, Alonso membawa Leverkusen meraih prestasi bersejarah: menjuarai Bundesliga tanpa kekalahan, mengangkat DFB Pokal, serta mencapai final Liga Europa. Standar tinggi itu menjadi beban berat bagi penerusnya.
Situasi makin sulit karena eksodus pemain bintang. Nama-nama seperti Florian Wirtz, Jeremie Frimpong, Jonathan Tah, Granit Xhaka, hingga Amine Adli memilih hengkang pada musim panas lalu. Hilangnya tulang punggung tim membuat proses adaptasi berjalan semakin rumit.
Optimisme yang Terhenti Singkat
Ten Hag menegaskan dirinya datang ke Leverkusen dengan energi dan keyakinan besar. Namun, keputusan cepat klub membuatnya tidak bisa mewujudkan visi jangka panjang.
“Saya selalu membuktikan di klub yang mempercayai saya, seperti di Ajax, bahwa kesabaran akan diganjar trofi,” tegasnya.
Kini, masa depan Ten Hag kembali terbuka lebar. Sementara itu, Leverkusen harus bergerak cepat mencari pengganti untuk menjaga momentum di Bundesliga musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries