Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Alasan Negara Rela Berebut Bayar Rp1,1 Triliun Demi Jadi Tuan Rumah F1

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 3 September 2025 | 19:27 WIB
Banyak negara berebut menjadi tuan rumah ajang balap F1.
Banyak negara berebut menjadi tuan rumah ajang balap F1.

RADARBANYUWANGI.ID - Formula Satu atau lebih dikenal dengan F1 merupakan ajang balap mobil kursi tunggal paling bergengsi di dunia.

Seperti halnya MotoGP, kejuaraan ini mampu menyedot perhatian ratusan juta penonton di berbagai negara.

Namun di balik gemerlap sirkuit dan deru mesin super cepat, ada fakta menarik yang jarang diketahui, yakni biaya penyelenggaraan satu seri balapan F1 bisa menembus Rp1,1 triliun.

Untuk menjadi tuan rumah Grand Prix, sebuah negara atau kota harus menyiapkan dana besar.

Promotor wajib membayar hosting fee kepada Formula One Group dengan kisaran USD40 juta hingga USD60 juta atau sekitar Rp575 miliar – Rp821 miliar.

Jumlah ini baru biaya lisensi, belum termasuk pengeluaran tambahan seperti operasional balapan, keamanan, promosi, serta logistik.

Jika digabung, total biaya bisa mencapai Rp1,1 triliun hanya untuk satu kali penyelenggaraan.

FIA (Federasi Otomotif Internasional) menetapkan standar teknis dan keamanan yang tinggi.

Hanya sirkuit dengan sertifikasi Grade 1 yang bisa menggelar balapan F1.

Persyaratan tersebut mencakup desain lintasan, fasilitas medis, sistem keselamatan, hingga infrastruktur pendukung.

Investasi pembangunan maupun pemeliharaan sirkuit dapat menelan biaya puluhan juta dolar per tahun.

Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa penyelenggaraan F1 memerlukan dana besar.

Pertama, balapan disiarkan di puluhan negara dengan jumlah penonton ratusan juta orang.

Dampak eksposur internasional membuat ajang ini bernilai tinggi.

Kedua, regulasi FIA menuntut fasilitas berstandar internasional yang membutuhkan biaya besar untuk dipenuhi.

Dan yang ketiga, menjadi tuan rumah F1 meningkatkan citra negara sekaligus mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar.

Meskipun biaya penyelenggaraan mencapai Rp1,1 triliun per seri, banyak negara tetap bersaing untuk menjadi tuan rumah.

Alasannya sederhana, yaitu keuntungan yang diperoleh jauh lebih besar.

Dampak ekonomi tidak hanya datang dari penjualan tiket, tetapi juga melalui kunjungan wisatawan internasional, okupansi hotel, restoran, hingga promosi pariwisata.

Ajang ini juga mengangkat status kota sebagai destinasi internasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #Negara #biaya penyelenggaraan #tuan rumah #f1