RADARBANYUWANGI.ID - Grand Prix Belanda 2025 di Sirkuit Zandvoort menjadi panggung penuh drama bagi tim McLaren.
Oscar Piastri berhasil mencatat kemenangan impresif setelah memimpin balapan sejak start.
Namun, kegembiraan tersebut dibayangi kekecewaan ketika Lando Norris harus menghentikan mobilnya hanya delapan lap sebelum finis akibat masalah teknis.
McLaren sebenarnya berpeluang besar meraih finis 1-2 kedelapan musim ini.
Piastri dan Norris tampil dominan sejak awal, saling membayangi di barisan depan.
Namun, harapan Norris pupus ketika ia melaporkan bau asap melalui radio, sebelum akhirnya terpaksa keluar dari balapan.
Hasil tersebut membuat Norris kehilangan poin berharga dalam perebutan gelar juara dunia.
Andrea Stella, Team Principal McLaren, mengakui situasi ini menunjukkan dua sisi ekstrem dari dunia balap.
“Kami merasakan kegembiraan atas kemenangan Oscar yang luar biasa akhir pekan ini. Namun di sisi lain, ada rasa sakit dan kekecewaan untuk Lando. Ia tampil kuat, berpeluang menang, tapi mobil mengalami masalah yang masih kami selidiki,” ujar Stella, mengutip laman resmi F1.
Meski kehilangan poin penting, Stella menegaskan bahwa semangat juang Norris tidak akan luntur.
“Begitu mobil berhenti, Lando langsung berkata ini hanya soal nasib buruk, bukan hal yang bisa kami kendalikan. Ia sudah menatap ke depan, fokus pada balapan berikutnya,” tambahnya.
Saat ini, Piastri unggul 34 poin dari Norris di klasemen sementara Kejuaraan Dunia setelah balapan pertama usai jeda musim panas.
Dengan sembilan seri tersisa, peluang keduanya masih terbuka, meski Norris harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Stella menegaskan McLaren akan terus memberikan dukungan penuh kepada kedua pembalapnya.
“Semangat balap dan daya juang sudah menjadi sifat alami baik bagi Lando maupun Oscar. Tugas kami adalah memastikan mereka memiliki kesempatan adil untuk mengekspresikan kemampuan dan mengejar mimpi menjadi juara dunia,” jelasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi