RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 di Sirkuit Zandvoort 2025 menghadirkan drama penuh ketegangan.
George Russell, satu-satunya pembalap Mercedes yang berhasil finis dengan poin, menutup lomba di posisi keempat.
Sekilas, hasil tersebut terlihat positif. Namun, bagi Russell, balapan di Belanda justru meninggalkan rasa frustrasi.
Russell memulai dari posisi kelima, tetapi langsung kehilangan tempat dari Charles Leclerc di tikungan pertama.
Situasi sempat berbalik menguntungkan saat Ferrari masuk pit lebih awal, sehingga Russell kembali unggul.
Namun, peruntungan itu tidak bertahan lama.
Leclerc mencoba manuver agresif di tikungan 11 menuju 12.
Kontak antara keduanya membuat mobil Russell mengalami kerusakan.
Ia pun harus kehilangan kecepatan hampir satu detik per lap, sekaligus menurunkan potensi bersaing di barisan depan.
Meskipun performa mobil terganggu, Russell masih mampu bertahan.
Keputusan pit stop yang tepat serta insiden yang menimpa Leclerc dan rekan setimnya, Kimi Antonelli, membuatnya naik ke posisi empat.
Ferrari gagal finis, sementara Antonelli mendapat penalti hingga keluar dari 10 besar.
Namun, kerusakan mobil membuat Russell tidak punya kecepatan cukup untuk mengejar Isack Hadjar yang mengunci podium perdananya di F1.
Dalam wawancara usai balapan, Russell tidak menutupi rasa kecewanya.
Ia menyebut balapan berjalan buruk sejak start hingga garis finis.
“Saya tidak merasa puas dengan posisi empat ini. Start buruk, lalu insiden dengan Charles, dan kerusakan mobil membuat balapan sangat sulit. Saya beruntung bisa finis P4,” ujar Russell, dikutip laman resmi F1.
Meski demikian, ia tetap memberi selamat kepada Hadjar atas podium perdananya, sekaligus mengakui bahwa dirinya “tidak pantas” berada di tiga besar pada balapan kali ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi