RADARBANYUWANGI.ID – Salah satu event balap sepeda kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan, Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2025, bakal digelar pada 20-21 September mendatang. Untuk itu, panitia terus mematangkan persiapan.
Perkembangan terbaru, hingga Senin (1/9) persiapan event yang bakal dihelat di lintasan Bike Park Gantasan, Kecamatan Licin, itu telah mencapai 85 persen.
BIG Downhill merupakan salah satu ajang yang masuk agenda resmi federasi balap sepeda internasional atau Union Cycliste Internationale (UCI) di Indonesia pada tahun 2025.
Race Director BIG Downhill 2025 H Munif menyebutkan, persiapan sudah mencapai 85 persen, baik persiapan lintasan maupun para peserta yang ikut serta dalam ajang tersebut.
“Tinggal 15 persen yang kami kebut, terutama penyempurnaan lintasan, fasilitas pendukung, hingga teknis pelaksanaan. Sementara untuk pendaftaran peserta, sudah masuk sekitar 50 persen dari target,” ujarnya.
Munif mengatakan bahwa target peserta BIG Downhill tahun ini mencapai 350 hingga 400 orang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. “Peserta internasional sudah terkonfirmasi dari enam negara, di antaranya dari Selandia Baru, Filipina, Thailand, Taiwan, Singapura, hingga Australia,” jelasnya.
Tahun ini, ajang BIG Downhill menghadirkan 19 kategori, lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 17 kategori. Beberapa di antaranya adalah kelas Men Elite, Women Elite, Men Junior, Master, Men Lokal, hingga Veteran.
“Penambahan kategori ini agar kompetisi lebih meriah sekaligus memberi ruang pembinaan atlet di berbagai jenjang,” tambah Munif.
Lebih lanjut Munif mengungkapkan bahwa status perlombaan BIG Downhill tahun ini adalah C1 Internasional. Sehingga menjadikan kompetisi ini benar-benar bergengsi.
“Untuk BIG Downhill pada 2025 , President of the Commissaire Panel (PCP) yang bertugas adalah dari luar negeri, memenuhi standar internasional yang ditetapkan UCI,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi M. Alfin Kurniawan mengatakan, event BIG Downhill telah menjadi agenda rutin sejak 2019.
“Alhamdulillah, sudah enam tahun kita bisa melaksanakan event ini. Kualitasnya terus meningkat dan harapan kami BIG Downhill bisa menjadi ikon olahraga ekstrem di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Alfin, penyelenggaraan event BIG Downhill 2025 ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sinergi dengan komunitas pencinta adventure dan pariwisata.
“Event ini terselenggara berkat kerja sama erat dengan berbagai komunitas adventure, khususnya mountain bike. Regulasi UCI sangat ketat, sehingga butuh dukungan bersama agar event ini bisa berjalan sukses,” jelasnya.
Alfin menambahkan, penambahan kategori pada BIG Downhill 2025 juga didasari oleh tingginya animo masyarakat.
“Ritmenya sering kali orang tua yang ikut balapan juga mengajak anaknya. Karena itu kami menambah kelas-kelas master dan junior. Selain memfasilitasi, hal ini juga bentuk pembinaan atlet sekaligus dukungan terhadap sektor wisata olahraga,” terangnya.
Ia berharap ajang BIG Downhill dapat menjadi magnet baru untuk menarik wisatawan maupun atlet mancanegara untuk datang ke Indonesia terutama di Banyuwangi.
“Selain event road bike yang sudah mendunia, downhill juga bisa menjadi daya tarik utama Banyuwangi. Dengan status UCI, event ini memiliki nilai jual internasional dan sekaligus memperkuat Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism kelas dunia untuk para penggiat olahraga,” pungkas Alfin. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin