RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Formula 1 di Sirkuit Zandvoort, Belanda, kembali membawa nasib sial bagi Lando Norris.
Pebalap McLaren tersebut harus menerima kenyataan pahit ketika mobilnya terhenti dengan delapan lap tersisa, meninggalkan Oscar Piastri melenggang meraih kemenangan ketujuhnya musim ini.
Awalnya, Norris tampil cukup solid.
Meski kehilangan posisi kedua di awal balapan, ia berhasil menyalip kembali Max Verstappen dan kemudian membayangi rekan setim sekaligus rival perebutan gelar, Oscar Piastri.
Dengan jarak yang terus berada dalam jangkauan DRS (Drag Reduction System), Norris tampak berpeluang melakukan serangan pada fase akhir lomba.
Namun, harapan itu buyar ketika ia melaporkan adanya bau asap melalui radio tim.
Tak lama kemudian, mobil Norris benar-benar kehilangan tenaga, memaksanya berhenti di lintasan.
Itu menjadi kali kedua ia gagal finis musim ini setelah insiden sebelumnya di Kanada.
Kegagalan ini membuat posisi Norris di klasemen semakin sulit.
Jika sebelum libur musim panas ia hanya tertinggal sembilan poin, kini jaraknya melebar menjadi 34 poin dari Piastri. Situasi ini jelas memberi keuntungan besar bagi Piastri yang semakin kokoh memimpin perburuan gelar juara dunia.
Meski kecewa, Norris mengaku tak banyak yang bisa ia lakukan.
“Rasanya frustrasi, tapi di luar kendali saya. Saya pikir sudah melakukan yang terbaik, hanya saja hasilnya tidak berpihak,” ujar Norris, mengutip laman resmi F1.
Faktanya, Norris sebenarnya tampil cukup cepat sepanjang akhir pekan di Zandvoort.
Ia nyaris meraih pole position, hanya kalah tipis 0,012 detik dari Piastri.
Dalam balapan pun ia menilai punya kecepatan lebih baik, meski menyadari betapa sulitnya melakukan overtaking di lintasan sempit Zandvoort.
Kendati harus pulang tanpa poin, Norris menekankan sisi positif bahwa performanya tetap kompetitif.
Baginya, hasil ini menjadi motivasi untuk menghadapi seri berikutnya, sekaligus menjaga asa dalam perebutan gelar musim 2025.
Editor : Lugas Rumpakaadi