Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perjalanan Veda Ega Pratama Menuju Moto3 dan Impian Jadi Juara Dunia

Lugas Rumpakaadi • Senin, 1 September 2025 | 16:03 WIB
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama akan berlaga di Sirkuit Misano pada bulan September.
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama akan berlaga di Sirkuit Misano pada bulan September.

RADARBANYUWANGI.ID - Perjalanan seorang pembalap muda dari Gunung Kidul, Yogyakarta, tengah menjadi sorotan dunia.

Veda Ega Pratama, yang baru berusia 16 tahun, membawa harapan besar bagi Indonesia di ajang balap motor elite dunia.

Dengan ambisi yang terpatri jelas, ia bertekad menjadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di MotoGP sekaligus meraih gelar juara dunia.

“Impian saya adalah menjadi juara dunia MotoGP pertama dari Indonesia,” ungkap Veda melalui laman resmi RedBull.com.

Kecintaan Veda pada dunia balap dimulai sejak kecil.

Terinspirasi dari sang ayah, Sudarmono yang berkompetisi di ajang Super Sport 600, Veda sudah akrab dengan dunia lintasan sejak usia 5 tahun, ketika ia mendapat Mini GP pertamanya.

Pada usia 6 tahun, ia menjalani lomba balap motor pertama dan terus mengasah kemampuan.

Keluarga menjadi pilar penting dalam perjalanan Veda.

Dukungan penuh, terutama dari sang ayah, membuatnya berani menembus persaingan balap motor internasional.

Langkah besar Veda tercatat pada Asia Talent Cup 2023.

Ia keluar sebagai juara, sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar bergengsi itu.

Menurut Veda, ajang ini memberinya pengalaman penting, mulai dari strategi balapan hingga menemukan set-up motor terbaik.

“Pencapaian terbesar saya sejauh ini adalah menjuarai Asia Talent Cup 2023. Itu adalah tonggak awal yang akan selalu saya kenang,” ujarnya.

Tahun 2025 menjadi fase penting dalam karier Veda.

Ia berlaga di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup yang mempertemukan para talenta muda dari berbagai negara.

Hasilnya cukup mengesankan, Veda berhasil duduk di posisi kedua klasemen sementara, hanya terpaut dari pembalap Spanyol, Brian Uriarte.

Tak berhenti di situ, Veda menorehkan sejarah di Sirkuit Mugello, Italia, dengan menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih kemenangan di ajang ini.

Ia bahkan mencatat “double win”, meraih juara di dua race sekaligus.

Prestasi itu disusul dengan podium kedua di Red Bull Ring, Austria.

Dalam unggahannya di Instagram @veda_54, Veda menuliskan, “Perjuangan di lintasan bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang konsistensi, fokus, dan mental baja.”

Target berikutnya bagi Veda adalah menembus ajang Moto3.

Syaratnya, ia harus mampu menutup musim dengan berada di tiga besar klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Meski usianya baru 17 tahun pada 23 November 2025 mendatang, regulasi memungkinkan dirinya berlaga di Moto3 jika syarat tersebut terpenuhi.

Kesempatan itu semakin terbuka lebar, mengingat performa konsisten yang ditunjukkan Veda sepanjang musim.

Selain Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda juga tampil di FIM Junior GP.

Meskipun hasilnya belum maksimal dan ia baru bertengger di posisi 10 besar, pengalaman dari ajang ini diyakini akan memperkuat mental dan keterampilannya di lintasan.

September 2025 menjadi bulan penting.

Veda akan berlaga di seri terakhir Red Bull MotoGP Rookies Cup di Sirkuit San Marino, Misano, Italia, pada 13-14 September.

Sepekan kemudian, ia kembali tampil di ajang FIM Junior GP di sirkuit yang sama.

Rangkaian balapan di Misano, Barcelona, dan Valencia akan menjadi panggung penentu kariernya menuju Moto3 dan mungkin lebih jauh lagi, MotoGP.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#moto3 #indonesia #juara dunia #motogp #veda ega pratama