RADARBANYUWANGI.ID - Veda Ega Pratama kini menjadi salah satu harapan besar Indonesia untuk menembus ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP.
Pada usia 16 tahun, pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta, sudah mengukir prestasi membanggakan dengan menempati posisi dua klasemen sementara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Kesempatan emas terbuka lebar bagi Veda untuk melangkah ke ajang Moto3, asalkan ia mampu finis di posisi tiga besar klasemen akhir.
Apalagi, tim raksasa KTM sudah mulai meliriknya sebagai calon pembalap masa depan.
Perjalanan Veda bukanlah hasil instan.
Sejak kecil, ia dibimbing oleh ayahnya, Sudarmono, yang juga seorang pembalap nasional.
Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam kariernya.
Pada usia 4 tahun, Veda sudah mengenal motor, dan setahun kemudian ia mulai ikut balapan.
Dalam sebuah wawancara di acara televisi saat usianya baru 10 tahun, Veda mengungkapkan bahwa selain latihan teknik balap, ia juga rutin menjalani latihan tinju.
Bukan untuk bertarung, melainkan melatih fokus dan mental.
Jadwal latihannya pun padat, dengan empat kali latihan balap setiap minggu, ditambah latihan fisik seperti lari, push up, dan sit up.
Pada usia 15 tahun, Veda mencetak sejarah dengan menjadi juara Asia Talent Cup 2023, sekaligus pembalap Indonesia pertama yang menjuarai ajang tersebut.
Ia menyebut kemenangan itu sebagai tonggak awal perjalanan besar menuju MotoGP.
Puncak sorotan datang di Sirkuit Mugello, Italia, saat ia meraih kemenangan ganda dalam ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Tak hanya itu, pekan lalu di Red Bull Ring, Austria, ia kembali membuktikan konsistensinya dengan finis dua kali di posisi kedua.
Lewat akun Instagram pribadinya, @veda_54, ia menuliskan pesan penuh makna.
"Perjuangan di lintasan bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang konsistensi, fokus, dan mental baja."
Meski bersinar di Red Bull MotoGP, prestasi Veda di ajang FIM JuniorGP belum maksimal.
Ia baru masuk jajaran 10 besar.
Banyak pengamat menilai perbedaan performa ini disebabkan faktor motor, karena di ajang tersebut Veda menunggangi Honda, sementara para pembalap dominan menggunakan KTM.
Namun, dengan bakat, mental baja, dan pengalaman yang terus bertambah, jalan menuju MotoGP tetap terbuka lebar bagi remaja ini.
Veda tak segan menyuarakan mimpinya, menjadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di MotoGP dan menjadi juara dunia.
Ia percaya bahwa kerja keras, disiplin, serta dukungan keluarga bisa mengantarnya ke puncak dunia balap motor.
Seri terakhir Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 di Sirkuit San Marino, Misano, pada 13–14 September, akan menjadi penentu langkah berikutnya.
Apabila berhasil mengamankan posisi tiga besar, pintu Moto3 siap terbuka baginya meski usianya baru menginjak 17 tahun pada November mendatang.
Editor : Lugas Rumpakaadi