RADARBANYUWANGI.ID - Ajang Formula 1 kembali dipenuhi intrik strategi setelah sesi latihan bebas penuh dinamika.
Simone Berra, Chief Engineer Pirelli, mengungkapkan sejumlah temuan penting terkait performa tiga jenis ban yang akan digunakan pada balapan akhir pekan ini.
Menurut Berra, sesi latihan kali ini memang tidak sepenuhnya lancar.
Beberapa gangguan membuat waktu efektif di lintasan terbatas, namun tetap memberikan gambaran penting tentang potensi ban.
Ban Hard menunjukkan ketahanan paling tinggi dengan tingkat keausan rendah.
Namun, kondisi suhu tinggi membuat ban ini sedikit tertinggal dalam hal pemanasan dan performa awal.
Sebaliknya, ban Medium dinilai paling seimbang, karena memberikan kombinasi terbaik antara kecepatan dan degradasi.
Yang menarik, ban Soft ternyata lebih kompetitif dari dugaan awal.
Pirelli mencatat bahwa meski lebih cepat aus, beberapa tim mampu menjaga konsistensinya dalam stint panjang.
Bahkan, performa ban C4 (Soft) memperlihatkan lonjakan signifikan dibanding C3 (Medium), melebihi ekspektasi tim teknis.
Seiring berjalannya latihan, lintasan semakin cepat.
Hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya pasir yang sebelumnya terbawa angin ke permukaan trek.
Meski tidak ada banyak perbedaan antar sesi, peningkatan grip tetap memberi peluang bagi tim untuk mengoptimalkan strategi ban.
Pola strategi tim pun cukup terbelah.
Separuh tim memilih stok dua ban Medium dan satu Hard untuk balapan, sementara sisanya lebih memprioritaskan C3 dibanding C4.
Perbedaan strategi ini membuka peluang variasi jalannya balapan, terutama saat sesi latihan bebas ketiga.
Berra menegaskan bahwa pilihan strategi pit stop kini jauh lebih terbuka.
Jika biasanya tim hanya fokus pada satu pola, kini opsi antara satu atau dua kali pit stop sama-sama relevan.
Kehadiran ban Soft sebagai pilihan kompetitif menjadikan jalannya balapan semakin sulit diprediksi.
Editor : Lugas Rumpakaadi