RADARBANYUWANGI.ID - Sirkuit Zandvoort kembali menunjukkan reputasinya sebagai trek yang menuntut ketahanan fisik dan teknis.
Racing Bulls menjalani hari yang beragam pada sesi latihan bebas, di mana kedua pembalapnya mengalami nasib berbeda.
Isack Hadjar sempat mencatat waktu cukup kompetitif di FP1 dengan 1 menit 11,772 detik dan menempati posisi 12.
Namun, sore harinya menjadi mimpi buruk.
Setelah terjadi kendala pada sensor unit tenaga (PU), tim memutuskan mengganti baterai sekaligus mesin.
Sayangnya, ketika akhirnya keluar di FP2, mobil Hadjar kembali menunjukkan masalah hingga ia diperintahkan menghentikan mobil di lintasan.
Akibatnya, Hadjar tidak mencatatkan waktu dan terpaksa mengakhiri hari di posisi 20.
Dalam keterangannya, Hadjar mengaku kecewa tidak bisa memanfaatkan FP2 secara penuh.
Namun ia tetap optimistis dapat memanfaatkan FP3 untuk mempersiapkan diri menuju kualifikasi.
Sementara itu, Liam Lawson tampil lebih stabil.
Pada FP1 ia menempati posisi 11 dengan catatan waktu 1 menit 11,753 detik.
Di FP2, ia berhasil memperbaiki performa menjadi 1 menit 11.339 detik dan finis di posisi 14.
Meski belum mampu menembus 10 besar, Lawson merasa mobilnya cukup kompetitif dan menekankan pentingnya detail kecil di lintasan sempit Zandvoort.
Chief Race Engineer Racing Bulls, Mattia Spini, menegaskan bahwa Zandvoort adalah sirkuit yang penuh tantangan dengan tikungan berkecepatan tinggi, kemiringan belokan curam, dan kondisi angin yang membawa pasir ke lintasan.
Menurutnya, posisi start akan menjadi faktor krusial mengingat peluang menyalip sangat terbatas.
Tim berkomitmen melakukan penyetelan lebih lanjut sepanjang malam untuk memaksimalkan performa kedua pembalap.
Fokus utama adalah memastikan masalah teknis pada mobil Hadjar terselesaikan, sekaligus mempertajam setup Lawson untuk menghadapi kualifikasi.
Meski sesi latihan tidak berjalan ideal, Racing Bulls masih punya peluang untuk memperbaiki performa di FP3 dan kualifikasi.
Editor : Lugas Rumpakaadi