Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bocoran Masa Depan Pierre Gasly, Franco Colapinto, hingga Kontrak George Russell

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:13 WIB
Mobil F1.
Mobil F1.

RADARBANYUWANGI.ID - Ajang Formula 1 kembali memanas dengan sederet isu menarik yang melibatkan Alpine, Mercedes, hingga para pembalap muda.

Dalam sesi tanya jawab dengan media internasional, Flavio Briatore, Toto Wolff, dan James Vowles berbagi pandangan tentang masa depan tim, tantangan teknis, serta tekanan yang dialami para talenta muda di lintasan balap.

Flavio Briatore menegaskan kepercayaannya penuh kepada Pierre Gasly.

Menurutnya, Gasly bukan hanya konsisten tetapi juga sosok pemain tim yang mampu menjadi fondasi proyek jangka panjang Alpine.

Meski musim ini berjalan sulit, Briatore melihat Gasly sebagai figur utama dalam membangun arah baru tim.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Christian Horner memimpin proyek Alpine, Briatore menepis rumor tersebut.

Ia menyebut Horner masih belum kembali aktif di F1, meski berharap suatu saat sahabatnya itu kembali.

Nama besar seperti Sergio Perez, Valtteri Bottas, Felipe Drugovich, hingga Mick Schumacher muncul dalam spekulasi kursi Cadillac.

Toto Wolff menekankan bahwa pengalaman menjadi faktor penentu, sementara James Vowles menambahkan bahwa tahun pertama tim baru pasti penuh tantangan sehingga pembalap berpengalaman adalah kunci.

Wolff juga menyinggung posisi Bottas sebagai cadangan Mercedes, sembari memberi restu bagi Bottas untuk berperan dalam proyek Cadillac tanpa mengganggu komitmennya di Mercedes.

Renault-Alpine masih menatap jauh ke depan.

Briatore menyebut tahun 2026 sebagai momentum penting dengan target podium. CEO baru Renault disebut sangat mendukung program F1.

Namun, Briatore juga mengakui kesalahan strategi di 2024, termasuk minimnya pembaruan mobil.

"Kalau target podium 2026 gagal, mungkin saya ganti pekerjaan," ucapnya setengah bercanda.

Bagi Toto Wolff, loyalitas tetap penting dalam tim, namun harus dibarengi dengan fleksibilitas.

Transparansi dan komunikasi terbuka menjadi fondasi menjaga keseimbangan keduanya.

Kasus Franco Colapinto menjadi contoh betapa kerasnya dunia F1 bagi talenta muda.

Briatore mengakui mungkin memberi tekanan berlebih.

Toto Wolff dan James Vowles menambahkan, perbedaan tekanan antara tim kecil dan tim papan atas sangat signifikan.

Satu kesalahan kecil bisa memberikan tekanan pada karier pembalap muda.

Toto Wolff memastikan negosiasi kontrak baru George Russell berjalan tanpa masalah besar, hanya menyisakan detail kecil.

Ia juga menyinggung prediksi mobil F1 baru yang bisa menembus 400 km per jam di simulator, meski dengan catatan itu hanya mungkin terjadi dalam kondisi ekstrem.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#alpine #formula 1 #mercedes #Flavio Briatore #toto wolff #George Russell #pierre gasly #franco colapinto #f1