RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, menyebut hari pertama GP Belanda di Sirkuit Zandvoort sebagai “Jumat terburuk musim ini”.
Setelah meraih pole position mengejutkan di Hungaria, Leclerc justru kesulitan menemukan kecepatan dan harus puas di posisi kedelapan pada sesi latihan bebas kedua (FP2).
Ia tertinggal 0,944 detik dari Lando Norris yang memimpin catatan waktu.
Dalam wawancaranya, Leclerc tidak menutupi kekecewaannya.
“Hari ini sangat, sangat sulit, mungkin yang terburuk musim ini, apalagi setelah liburan. Ini seperti panggilan bangun bagi kami,” ucap Leclerc.
Ferrari memang tampil kurang meyakinkan. FP1 berlangsung sangat sulit, sementara FP2 sedikit lebih baik namun tetap jauh dari ekspektasi.
Leclerc menilai McLaren dan Aston Martin berada di level berbeda, membuat Ferrari harus bekerja keras mencari solusi.
Salah satu masalah terbesar, kata Leclerc, adalah kehilangan waktu di dua tikungan kunci.
“Kami kehilangan 90 persen waktu di dua tikungan saja. Jadi ada banyak yang harus diperbaiki,” tambahnya.
Meski begitu, ia enggan memasang target realistis untuk akhir pekan ini.
“Musim ini sangat aneh. Saya tidak pernah menyangka bisa pole di Budapest, jadi saya tidak ingin memasang target. Yang jelas, akhir pekan ini tidak akan mudah,” katanya.
Berbeda dengan Leclerc, Lewis Hamilton memberikan penilaian yang lebih positif.
Mantan pembalap Mercedes itu finis di posisi kelima, tiga tempat di depan George Russell, dengan selisih tipis 0,098 detik.
Menurut Hamilton, timnya memang sempat tertinggal jauh di FP1, namun ada peningkatan signifikan setelah melakukan perubahan setelan mobil.
Meski masih belum mendekati kecepatan puncak, ia melihat ada progres.
Hari Hamilton juga tidak lepas dari drama.
Dua kali ia mengalami spin, namun tetap mengambil sisi positif dari insiden tersebut.
“Spin pertama karena saya terlalu memaksa, yang kedua karena menyentuh rumput. Tapi itu tanda saya mendorong mobil sampai batasnya, dan itu hal positif,” ungkap Hamilton.
Editor : Lugas Rumpakaadi