RADARBANYUWANGI.ID - Nama Veda Ega Pratama tengah menjadi sorotan publik pecinta balap motor.
Di usianya yang masih 16 tahun, pembalap asal Wonosari ini sudah menunjukkan performa gemilang di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Saat ini, ia menempati posisi kedua klasemen sementara dan masih memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara.
Selain itu, Veda juga turun di ajang FIM Junior World Championship (JuniorGP).
Meski persaingan lebih ketat, ia masih mampu bertahan di posisi 10 besar.
Menariknya, di balik prestasinya, Veda ternyata punya kisah unik soal siapa pembalap idolanya.
Jika banyak pembalap muda mengidolakan Valentino Rossi atau Marc Marquez, Veda justru memilih Casey Stoner.
Saat masih berusia 9 tahun, Veda tampil di Honda Dream Cup 2018.
Kala itu ia berhasil menjuarai kategori bebek 150cc 4 langkah tune up pemula di Sirkuit Brigif.
Dalam wawancara, bocah kelas 3 SD itu mengaku mengidolakan Marc Marquez.
Alasannya sederhana, Marquez tampil energik, agresif, dan atraktif di lintasan.
“Idola saya Marc Marquez. Dia sangat memukau di sirkuit. Kalau Rossi itu sudah tua,” kata Veda kala itu.
Namun, seiring waktu, pandangannya berubah.
Veda justru semakin mengidolakan Casey Stoner, juara dunia dua kali asal Australia.
Fakta menarik, Veda lahir pada 23 November 2008, setahun setelah Casey Stoner merebut gelar juara dunia pertamanya pada 2007.
Meski begitu, Veda mengenal sosok Stoner saat ia berusia 3 tahun.
Kala itu, Stoner berhasil meraih gelar juara dunia keduanya pada 2011.
Sejak saat itu, Veda rajin menonton rekaman balapan Stoner di YouTube.
Gaya balap Stoner yang tegas dan penuh kontrol membuatnya kagum.
“Saya sukanya Stoner, gaya balapnya itu keren banget. Marc Marquez bukan lawannya,” ungkap Veda.
Meski lebih menjagokan Casey Stoner sebagai idola, Veda tetap punya kedekatan dengan Marc Marquez.
Dalam beberapa kesempatan, Veda sudah bertemu langsung dengan sang juara dunia enam kali tersebut.
Bahkan, ia pernah berbincang empat mata dengan Marquez dan mendapat wejangan khusus dari pembalap asal Spanyol itu.
Pertemuan tersebut tentu menjadi motivasi tambahan bagi Veda yang sedang menapaki jalur menuju MotoGP.
Sejak kecil, Veda sudah bercita-cita menjadi pembalap MotoGP.
“Saya punya mimpi balapan di MotoGP. Tentu ini menjadi gerbang awal menuju ke sana,” katanya.
Kini, dengan prestasi gemilang di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan konsistensinya di JuniorGP, langkah Veda semakin nyata.
Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin ia akan mengikuti jejak idolanya, Casey Stoner, menjadi juara dunia di masa depan.
Editor : Lugas Rumpakaadi