RADARBANYUWANGI.ID - Juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, kembali menjadi pusat perhatian di seri MotoGP Hungaria 2025 yang digelar di Balaton Park akhir pekan lalu.
Meski tidak naik podium, penampilan Martin menuai pujian luar biasa.
Sang rider Aprilia berhasil finis di urutan ke-4 setelah memulai balapan dari posisi ke-17.
Bagi Martin, hasil ini terasa istimewa.
Pasalnya, balapan di Hungaria menjadi seri keempat yang ia jalani setelah pulih dari cedera panjang.
Bahkan, torehan ini menjadi pencapaian terbaiknya sepanjang musim 2025.
Perjuangan Martin tidaklah mudah.
Ia sempat terjatuh saat latihan dan tampil kurang maksimal di sesi kualifikasi, hingga harus start dari barisan belakang.
Namun, saat balapan dimulai, Martin menunjukkan semangat juangnya.
Satu per satu pembalap papan atas berhasil ia salip, mulai dari Fabio Quartararo, Pol Espargaro, Brad Binder, hingga Pecco Bagnaia.
Martin hanya terpaut 11,069 detik dari Marc Marquez yang keluar sebagai juara, dan berjarak 3,5 detik dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang finis di posisi ketiga.
Data menunjukkan bahwa selisih rata-rata kecepatan antara Martin dan Bezzecchi hanya 0,002 detik per putaran.
Kunci kegagalan Martin meraih podium terletak pada duel panjang dengan Franco Morbidelli.
Ia membuntuti Morbidelli sejak lap ke-14 hingga akhirnya bisa menyalip di lap ke-22.
Sayangnya, momen ini membuatnya kehilangan banyak waktu.
“Kalau saja saya bisa menyalip Morbidelli lebih cepat, mungkin saya bisa mendekati Bezzecchi. Tidak tahu apakah bisa menyalipnya, tapi setidaknya lebih dekat,” ujar Martin.
Selain hasil apik di lintasan, MotoGP Hungaria juga menjadi momen penting bagi hubungan Martin dan tim Aprilia.
Setelah sempat tegang akibat masalah kontrak, kini hubungan keduanya tampak membaik.
Dukungan penuh dari tim terlihat jelas usai balapan, meski sang juara bertahan tidak naik podium.
Martin sendiri menyebut balapan di Balaton Park sebagai salah satu yang terbaik dalam kariernya.
Hasil ini juga menegaskan bahwa dirinya sudah kembali ke level kompetitif setelah cedera panjang yang sempat menghambat performanya.
Editor : Lugas Rumpakaadi