RADARBANYUWANGI.ID – Pengembangan sport tourism yang sukses mendongkrak dunia olahraga dan pariwisata Banyuwangi membuat banyak pihak ingin belajar ke kabupaten the Sunrise of Java.
Seperti dilakoni perwakilan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang.
Tujuh pengurus KONI Semarang melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi Selasa (26/8).
Mereka datang untuk mempelajari pengembangan sport tourism yang telah sukses diterapkan di Banyuwangi.
Mereka pun melakukan diskusi langsung dengan para pihak yang selama ini berkecimpung langsung dalam kegiatan olahraga yang digabungkan dengan pariwisata tersebut, termasuk KONI Banyuwangi dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi.
Wakil Ketua KONI Semarang Lilik Purno Putranto menyatakan bahwa Semarang memiliki potensi yang mirip dengan Banyuwangi, terutama dari segi destinasi wisata pantai dan pegunungan.
Dengan kucuran anggaran pembinaan olahraga sebesar Rp 24 miliar, pihaknya berharap dapat mengadopsi ilmu baru dari Banyuwangi untuk mengembangkan sport tourism di Semarang.
"Saya ingin melihat ilmu baru yang bisa diterapkan di Semarang,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Banyuwangi Alfin Kurniawan mengungkapkan, kolaborasi menjadi kunci utama dalam pengembangan sport tourism di Banyuwangi.
Sinergi antara cabang olahraga (cabor) dan komunitas serta kombinasi nomor pembinaan dan umum berhasil menarik minat banyak peserta.
Banyuwangi telah sukses menggelar berbagai event sport tourism yang menjadi ikon, seperti Kite Boarding, Ijen Green Run, Tour de Banyuwangi Ijen, BMX, dan Downhill.
Alfin menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan cabor untuk mengatur regulasi pertandingan.
Banyuwangi bahkan tak segan belajar dari daerah lain seperti Bali untuk beberapa ajang, contohnya Kite Boarding.
“Kolaborasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga menjadi kunci. Semua dinas di Banyuwangi menjadi dinas pariwisata,” jelas Alfin.
Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi Ahmad Khoirullah menuturkan bahwa KONI dan cabor di Banyuwangi bekerja sama untuk mendukung event sport tourism.
Ia menyebutkan, event-event tersebut tidak hanya diikuti oleh atlet profesional, tetapi juga atlet usia pembinaan. Banyak atlet berbakat yang terdeteksi dari acara-acara tersebut.
“Kami juga mendorong peserta dari luar kota yang mengikuti event olahraga di Banyuwangi untuk mencicipi destinasi wisata yang ada di sini," tandasnya. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin