Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Baru 16 Tahun, Veda Ega Pratama Jadi Harapan Indonesia di MotoGP

Lugas Rumpakaadi • Senin, 25 Agustus 2025 | 21:04 WIB
Veda Ega Pratama, rider muda asal Gunung Kidul, berambisi jadi pembalap MotoGP pertama Indonesia.
Veda Ega Pratama, rider muda asal Gunung Kidul, berambisi jadi pembalap MotoGP pertama Indonesia.

RADARBANYUWANGI.ID - Dari Gunung Kidul menuju lintasan dunia, Veda Ega Pratama (16) kini jadi sorotan internasional.

Mimpinya sederhana tapi luar biasa besar, yakni menjadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di ajang MotoGP sekaligus meraih gelar juara dunia.

Dari Mini GP ke Asia Talent Cup: Awal Karier Veda

Kecintaan Veda pada dunia balap dimulai sejak kecil.

Sang ayah, yang pernah turun di ajang Super Sport 600 Kejuaraan Nasional, menjadi inspirasi sekaligus mentor pertamanya.

Pada usia 5 tahun, Veda mendapat motor Mini GP, hadiah yang kelak menjadi pijakan awal kariernya.

Hanya berselang setahun, Veda langsung mencicipi balapan perdananya.

Prestasinya terus menanjak hingga akhirnya berhasil menjuarai Asia Talent Cup 2023.

Kemenangan ini bukan sekadar trofi, tetapi catatan sejarah karena ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai kompetisi tersebut.

Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Red Bull MotoGP

Tahun 2025 menjadi titik balik kariernya.

Veda tampil impresif di Red Bull MotoGP Rookies Cup, kompetisi bergengsi bagi para talenta muda dunia.

Hingga menjelang seri terakhir di Misano, Italia, ia bertahan di posisi kedua klasemen sementara, tepat di bawah pembalap Spanyol, Brian Uriarte.

Momentum terbaiknya terjadi di Sirkuit Mugello, Italia.

Deru mesin dan sorakan penonton menjadi saksi saat Veda menorehkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium juara.

Bahkan, ia mencatat double win, dua kali juara dalam dua race.

Tak berhenti di situ, di Red Bull Ring, Austria, Veda kembali konsisten dengan finis kedua pada dua race berturut-turut.

Selain itu, ia juga tampil di ajang FIM Junior GP 2025.

Meski hasilnya belum maksimal, masih bertahan di 10 besar klasemen, ajang ini menjadi laboratorium penting untuk mengasah teknik, strategi, dan mental bersaing di level Eropa.

Jalan Terbuka Menuju Moto3 dan MotoGP

Pintu menuju Moto3, level lanjutan sebelum MotoGP, semakin terbuka lebar.

Syaratnya, Veda harus menembus posisi tiga besar klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Regulasi memperbolehkan dirinya berlaga meski usianya baru 17 tahun pada November 2025.

Jika langkah itu tercapai, perjalanan menuju panggung utama MotoGP akan semakin nyata.

Dari sana, Veda berkesempatan mengukir sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama di MotoGP.

Dukungan Keluarga dan Tekad Baja

Kesuksesan Veda tak lepas dari dukungan keluarga, terutama sang ayah.

Bagi Veda, balapan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga konsistensi, fokus, serta mental baja.

“Setiap podium adalah bukti bahwa mimpi besar bisa digapai oleh siapa pun yang punya passion,” tulisnya di Instagram @veda_54.

Menuju Sejarah Baru untuk Indonesia

Dengan prestasi dan semangat juang yang ia tunjukkan, Veda Ega Pratama kini menjadi simbol harapan baru Indonesia di arena balap dunia.

Jika konsisten, bukan mustahil suatu hari nanti lagu Indonesia Raya berkumandang di podium MotoGP, mengiringi nama Veda sebagai juara dunia asal Gunung Kidul.

Saat hari itu tiba, dunia akan tahu, dari tanah Yogyakarta lahir seorang legenda.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#gunung kidul #eropa #indonesia #motogp #veda ega pratama