Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati menyatakan agar tidak terjadi kesalahpahaman, pergantian nama lebih fokus memperkenalkan gimnastik sebagai olahraga yang kompleks dan kompetitif.
Ita mengungkapkan perubahan nama merupakan bagian dari redefinisi cabang olahraga gimnastik di tanah air. Perubahan nama ini bertujuan untuk memperjelas identitas gimnastik sebagai olahraga kompetitif.
Sebab selama ini, istilah senam lebih sering dikaitkan dengan aktivitas kebugaran massal. Sedangkan gimnastik memiliki cakupan yang lebih luas mencakup unsur keseimbangan kekuatan fleksibilitas kelincahan, koordinasi, seni dan daya tahan.
Dengan perubahan ini, Federasi Gimnastik Indonesia tetap berafiliasi dengan Asian Gymnastics Union (AGU) dan Federation Internationale de Gymnastique (FIG) yang menaungi delapan disiplin, yakni Gimnastik Artistik Putra, Gimnastik Artistik Putri, Gimnastik Aerobik, Gimnastik Ritmik, Gimnastik Trampolin, Gimnastik Akrobatik, Gimnastik untuk Semua (Gymnastics for All), dan Parkour.
Dengan semangat baru ini, kami berharap gimnastik semakin dikenal luas di masyarakat dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap mengibarkan Merah Putih di panggung dunia," ujar Ita. (*)
Editor : Niklaas Andries